3 Wisata Situs Bebatuan Unik di Purwakarta

- Jumat, 30 April 2021 | 14:17 WIB
Batu menyerupai kursi terletak di Kampung Ciputat, Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, dipercaya telah ada sejak ratusan tahun silam dan dikaitkan dengan legenda Sangkuriang.
Batu menyerupai kursi terletak di Kampung Ciputat, Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, dipercaya telah ada sejak ratusan tahun silam dan dikaitkan dengan legenda Sangkuriang.

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Purwakarta punya banyak sekali potensi wisata alam. Salah satunya situs bebatuan alam.

Wisata alam tentunya bisa menjadi pilihan untuk dikunjungi karena dinilai lebih aman dari penyebaran Covid-19. Namun, wisatawan tetap tidak boleh mengendorkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Berikut Ayopurwakarta.com rekomendasikan 3 wisata situs bebatuan alam yang ada di Purwakarta.

Tebing Boyer

Tebing Boyer yang berlokasi di Desa Tajursindang Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai tempat penggilingan atau penghancur batu andesit yang diperuntukan pembangunan Waduk Jatiluhur pada 1957.

Di lokasinya yang berada di atas perbukitan terdapat tembok menjulang tinggi dan bebatuan menyerupai reruntuhan sisa-sisa bangunan.

-
Tebing Boyer yang dulunya digunakan tempat penggilingan atau penghancur batu andesit, diperuntukan pembangunan Waduk Jatiluhur pada 1957. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

Tebing Boyer menyuguhkan keindahan alam yang mampu memanjakan mata bagi siapa saja yang data ke sana. Sebab selain lokasinya berada di ketinggian, Tebing Boyer juga tak jauh dari perairan Waduk Jatiluhur, sehingga menambah keindahan alam yang asri.

Untuk menuju Tebing Boyer, pengunjung harus melalui perjalanan yang cukup panjang. Dari kantor Desa Tajursindang, pengunjung masih dapat melalui jalan beraspal yang berkelok- kelok dan naik turun sekitar dua kilometer.

Selanjutnya, dari pintu masuk pengunjung masih perlu menempuh jarak sekitar dua kilometer dengan melalui jalan setapak yang berliku dengan kontur jalan bebatuan dan tanah merah, serta menanjak.

Untuk menuju ke lokasi, dari pintu gerbang tersebut, hanya dapat dilalui kendaraan roda dua atau dengan berjalan kaki.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Kuliner Malam Bandung dengan View City Light

Senin, 8 November 2021 | 18:34 WIB

Jadwal Buka dan Harga Tiket Museum Geologi Bandung

Minggu, 7 November 2021 | 06:00 WIB

Syarat dan Ketentuan Masuk Objek Wisata Lembang

Minggu, 24 Oktober 2021 | 06:00 WIB

10 Hotel Seru untuk Staycation di Bandung

Minggu, 10 Oktober 2021 | 05:30 WIB

5 Cara Produktif Kerja setelah Liburan

Minggu, 3 Oktober 2021 | 12:00 WIB

Bukit Anti Galau, Pesona Baru Wisata Kota Cirebon

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 13:36 WIB
X