Mengunjungi Situs Arkeologi Gua Pawon

- Rabu, 24 Maret 2021 | 08:09 WIB
Pintu masuk Gua Pawon.
Pintu masuk Gua Pawon.

CIPATAT, AYOBANDUNG.COM -- Di balik kawasan Kars Citatah yang nyaris punah lantaran aktivitas pertambahan, ternyata ada situs arkeologi yang pernah dijadikan tempat tinggal manusia prasejarah.

Nama situsnya adalah Gua Pawon. Goa ini terletak di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kehidupan di Gua Pawon diprediksi dimulai dari periode paling tua yakni tahun 10000 sebelum masehi sampai era neolitikum.

Jejak kehidupan manusia prasejarah di Gua Pawon itu didapat berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Tim Arkeologi Jawa Barat. Penelitian atau proses ekskavasi dimulai sejak 2003.

Dari proses ekskavasi, Tim Arkeolog Jawa Barat sudah menemukan tujuh rangka manusia prasejarah dari lima kronologi (pertanggalan karob) yang meguatkan kesimpulan bahwa manusia pawon hidup pada era Pleistosen Akhir-Awal Holosen.

Rangka pertama ditemukan September 2013 yang berumur 5.600 tahun lalu. Begitupun usia rangka kedua dan kelima pun sama. Rangka ketiga diperkirakan berusia 7.300 tahun lalu, rangka keempat berusia 9.500 tahun yang lalu, rangka keenam berusia 10.000 tahun lalu dan rangka ketujuh berusia 12.000 tahun lalu.

"Kerangka manusia yang sudah ditemukan ada 7, dari lapisan budaya yang berbeda di Gua Pawon. 7 Kerangka itu diklasifikasikan dari hasil penguburan langsung dan tidak langsung," ungkap Kepala Tim Arkeolog, Lutfi Yondri saat dihubungi Suara.com, Selasa (23/3/2021).

Dari ketujuh kerangka manusia prasejarah yang ditemukan, ada empat kerangka manusia yang masih utuh yakni rangka ketiga, keempat, keenam, dan ketujuh. Kerangka itu disebut utuh jika dari rangkaian anatominya terdapat kepala, leher, tulang belakang, tangan, hingga kaki.

"Tapi kalau utuh keras tidak karena semuanya kita temukan dalam keadaan sangat rapuh," tegasnya.

Pada umumnya, beber Yondri, manusia prasejarah yang ditemukan di Goa Pawon meninggal dalam posisi terbujur dan memanjang. Kemudian ada proses pelipatan sesuai ritual keagamaan pada masa itu.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Lokasi dan Tiket Masuk Taman Langit Pangalengan

Senin, 21 Februari 2022 | 15:24 WIB

Lokasi dan Tiket Masuk Margacinta Park Terbaru 2022

Kamis, 13 Januari 2022 | 14:01 WIB

FOTO: Indahnya Hutan Menyala Tahura Djuanda

Minggu, 9 Januari 2022 | 20:30 WIB
X