Candi Bojongmenje, Situs Langka Peninggalan Pra-Islam di Rancaekek

- Selasa, 16 Maret 2021 | 15:16 WIB
Batu-batu reruntuhan Candi Bojongmenje yang sedang dalam proses perekaan mengenai bentuk dan letak aslinya pada 2005
Batu-batu reruntuhan Candi Bojongmenje yang sedang dalam proses perekaan mengenai bentuk dan letak aslinya pada 2005

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM---Pada 18 Agustus 2002, Ahmad Muhammad menemukan hal tak terduga di tengah kegiatannya mencari umpan ikan di sekitaran pemakaman umum Desa Cangkuang Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Alih-alih mendapat rayap seperti yang diharapkannya, penggalian Ahmad malah menuntunnya pada sejarah yang telah lama terkubur. Dia menemukan sejumlah batu yang diduga merupakan reruntuhan candi.

Keesokan harinya, Ahmad yang masih penasaran membawa serta belasan orang rekannya untuk melanjutkan penggalian. Hasilnya, sejumlah tatanan batu yang lebih banyak berhasil ditemukan.

Hal tersebut mengundang reaksi orang sekitar hingga tim dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Barat, Disbudpar Kabupaten Bandung serta Balai Arkeologi Bandung datang meneliti. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa temuan tak sengaja tersebut merupakan sisi barat bangunan candi.

Tatanan batu yang ditemukan Ahmad dan rekan-rekannya membujur ke arah utara-selatan sepanjang kurang lebih empat meter. Terdiri dari sembilan balok batu dengan lima lapisan penyusun.  

Susunan batu tersebut disinyalir merupakan profil dari kaki candi.  Seluruh batu yang ditemukan dalam keadaan polos alias tidak memiliki relifef.

Selain bebatuan, penduduk sekitar juga telah menemukan berbagai bentuk arca dan barang antik ketika menggali sumur. Hal ini menambah keyakinan para peneliti bahwa di tempat tersebut memang sempat berdiri sebuah candi.

Penelitian dengan melibatkan tim yang lebih besar terus dilakukan mulai Oktober 2001. Dari sana, data tentang keberadaan bangunan candi tersebut perlahan mulai terungkap.

Candi Sederhana

Candi Bojongmenje yang tersisa merupakan bangunan bagian kaki candi, sementara bagian tubuh dan atap candi sudah tidak ditemukan. Terletak di tepi Sungai Cimande, bangunan candi didirikan dari batu andesit. Denahnya diperkirakan berbentuk bujur sangkar dengan sisi sepanjang 6 meter.

Dari reruntuhan bangunan yang ditemukan, dapat diketahui bahwa bentuk bangunan candi terbilang sangat sederhana bila dibandingkan dengan bangunan Candi Prambanan atau Candi Borobudur. Pasalnya, tidak ada hiasan relief yang ditemukan di dinding candi dan hanya terdiri dari satu lapis. 

Hingga saat ini, belum ditemukan sumber tertulis yang menjelaskan hubungan Candi Bojongmenje dengan kerajaan tertentu yang pernah ada di Jawa Barat. Namun, berdasarkan temuan-temuan arkeologis di situs Bojongmenje, diperkirakan bahwa candi tersebut berdiri pada abad ke 5 – 6 (Haryono, 2002) atau abad ke 7 (Djubiantono, 2002). 

Jarang Ada di Jawa Barat

Candi Bojongmenje merupakan peninggalan yang terbilang langka di Jawa Barat khususnya di dataran tinggi. Sebelumnya, temuan serupa umumnya ditemukan di dataran rendah bagian utara Jawa Barat seperti komplek percandian Batujaya, Cibuaya.

Di dataran tinggi, hanya terdapat Candi Cangkuang di Kabupaten Garut. Selain itu, jumlah penemuan candi di Jawa Barat pun memang tidak sebanyak yang ditemukan di Jawa Tengah.

Pada 2004, peneliti menemukan artefak lingga dan yoni pada kegiatan pemugaran candi pada fondasi kaki. Hal ini mempertegas bahwa agama yang melatari pembangunan candi Bojongmenje adalah agama Hindu-Šiava (Siwaisme). 

Diketahui, lingga dan yoni merupakan simbolisasi dari Dewa Siwa yang berpadu dengan Dewi Parwati untuk keperluan pemujaan. Di Jawa Barat aliran Sivaisme juga berkembang di candi Cangkuang, Kabupaten Garut.

Pemugaran Candi Bojongmenje bukan tanpa hambatan. Kendala utama yang dihadapi adalah kepemilikan tanah masyarakat di sekitar candi yang sulit ditukar dengan ganti rugi.

Selain itu, wilayah sekitar candi pun telah terhalang tembok pabrik karena wilayanya yang ada di kawasan industri. Sehingga, proses pemugaran yang telah dilaksanakan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala tahun 2004 disebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. 

Candi Bojongmenje terletak di Kampung Bojongmenje RT 03 RW 02, Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, di sisi selatan jalan raya Rancaekek yang menghubungkan Kota Bandung dengan Tasikmalaya-Garut-Ciamis. 

Untuk menuju ke lokasi, pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda 4 atau roda 2 hingga ke Blok Bojongmenje, Cangkuang, Rancaekek. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki melalui pemukiman penduduk yang cukup padat dan dinding-dinding pabrik.

 

**Diolah dari situs web Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. 

 

Halaman:

Editor: Nur Khansa Ranawati

Tags

Terkini

10 Hotel Seru untuk Staycation di Bandung

Minggu, 10 Oktober 2021 | 05:30 WIB

5 Cara Produktif Kerja setelah Liburan

Minggu, 3 Oktober 2021 | 12:00 WIB

Bukit Anti Galau, Pesona Baru Wisata Kota Cirebon

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 13:36 WIB
X