Candi Bojongmenje, Situs Langka Peninggalan Pra-Islam di Rancaekek

- Selasa, 16 Maret 2021 | 15:16 WIB
Batu-batu reruntuhan Candi Bojongmenje yang sedang dalam proses perekaan mengenai bentuk dan letak aslinya pada 2005
Batu-batu reruntuhan Candi Bojongmenje yang sedang dalam proses perekaan mengenai bentuk dan letak aslinya pada 2005

Candi Bojongmenje yang tersisa merupakan bangunan bagian kaki candi, sementara bagian tubuh dan atap candi sudah tidak ditemukan. Terletak di tepi Sungai Cimande, bangunan candi didirikan dari batu andesit. Denahnya diperkirakan berbentuk bujur sangkar dengan sisi sepanjang 6 meter.

Dari reruntuhan bangunan yang ditemukan, dapat diketahui bahwa bentuk bangunan candi terbilang sangat sederhana bila dibandingkan dengan bangunan Candi Prambanan atau Candi Borobudur. Pasalnya, tidak ada hiasan relief yang ditemukan di dinding candi dan hanya terdiri dari satu lapis. 

Hingga saat ini, belum ditemukan sumber tertulis yang menjelaskan hubungan Candi Bojongmenje dengan kerajaan tertentu yang pernah ada di Jawa Barat. Namun, berdasarkan temuan-temuan arkeologis di situs Bojongmenje, diperkirakan bahwa candi tersebut berdiri pada abad ke 5 – 6 (Haryono, 2002) atau abad ke 7 (Djubiantono, 2002). 

Jarang Ada di Jawa Barat

Candi Bojongmenje merupakan peninggalan yang terbilang langka di Jawa Barat khususnya di dataran tinggi. Sebelumnya, temuan serupa umumnya ditemukan di dataran rendah bagian utara Jawa Barat seperti komplek percandian Batujaya, Cibuaya.

Di dataran tinggi, hanya terdapat Candi Cangkuang di Kabupaten Garut. Selain itu, jumlah penemuan candi di Jawa Barat pun memang tidak sebanyak yang ditemukan di Jawa Tengah.

Pada 2004, peneliti menemukan artefak lingga dan yoni pada kegiatan pemugaran candi pada fondasi kaki. Hal ini mempertegas bahwa agama yang melatari pembangunan candi Bojongmenje adalah agama Hindu-Šiava (Siwaisme). 

Diketahui, lingga dan yoni merupakan simbolisasi dari Dewa Siwa yang berpadu dengan Dewi Parwati untuk keperluan pemujaan. Di Jawa Barat aliran Sivaisme juga berkembang di candi Cangkuang, Kabupaten Garut.

Pemugaran Candi Bojongmenje bukan tanpa hambatan. Kendala utama yang dihadapi adalah kepemilikan tanah masyarakat di sekitar candi yang sulit ditukar dengan ganti rugi.

Selain itu, wilayah sekitar candi pun telah terhalang tembok pabrik karena wilayanya yang ada di kawasan industri. Sehingga, proses pemugaran yang telah dilaksanakan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala tahun 2004 disebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. 

Halaman:

Editor: Nur Khansa Ranawati

Tags

Terkini

10 Hotel Seru untuk Staycation di Bandung

Minggu, 10 Oktober 2021 | 05:30 WIB

5 Cara Produktif Kerja setelah Liburan

Minggu, 3 Oktober 2021 | 12:00 WIB

Bukit Anti Galau, Pesona Baru Wisata Kota Cirebon

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 13:36 WIB
X