Desa Wisata Cimahi Torobosan Kini Terbengkalai

- Minggu, 7 Februari 2021 | 12:51 WIB
Dewi Citos Cimahi yang terbengkalai akibat tidak adanya lagi kegiatan hiburan rakyat.
Dewi Citos Cimahi yang terbengkalai akibat tidak adanya lagi kegiatan hiburan rakyat.

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Cimahi">Wisata Cimahi Torobosan">Desa Cimahi">Wisata Cimahi Torobosan (Dewi Citos) merupakan tempat favorit adu ketangkasan domba-domba dari berbagai daerah yang selalu ramai dikunjungi masyarakat. Namun kini, kondisi tempat itu terbengkalai karena aktivitas hiburan rakyat di tempat tersebut berhenti beberapa tahun lalu.

Dewi Citos terletak di RT 02/12 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

Panorama alam yang disajikan di sana cukup menyegarkan untuk ukuran di wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk yang tinggi seperti di Kota Cimahi. Lokasinya menyatu dengan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) di Kawasan Bandung Utara (KBU).

Sayangnya, Desa Wisata Citos sekarang hanya tinggal cerita. Sebab, sejak 2017, tempat itu tak lagi dikelola dan dibiarkan terbengkalai. Penyebabnya, minimnya pengunjung dan pecinta domba yang datang ke sana.

Jalan menuju Dewi Citos pun sudah dipenuhi rumput. Sehari-harinya jalan hanya digunakan oleh petani setempat untuk menuju kebun.

Saat di lokasi, nampak rumput sudah memenuhi area adu domba dan sekitarnya. Beberapa saung yang digunakan pedagang untuk berjualan pun sudah rata dengan tanah. 

Bahkan, papan nama yang bertuliskan 'Kampung Wisata Torobosan' juga sudah terhapus dan rusak. Di sana, yang tersisa hanya area untuk menonton, gazebo, dan tempat pertunjukan kesenian. Itu pun sudah terlihat lapuk dan rapuh.

Warga sekitar, Yuyu Yusiati menuturkan, Kampung Wisata Torobosan mulai aktif pada 2015, yang digarap oleh masyarakat Kota Cimahi. Dulunya, tempat itu kerap ramai didatangi pengunjung, baik hanya sekedar menyaksikan adu domba maupun sekedar berwisata

"Dulu, paling rame itu kalau Sabtu dan Minggu. Tapi, hanya sampai tahun 2017. Tahun selanjutnya udah gak ada kegiatan," kata Yuyu. 

Geliat di Kampung Wisata Citos pun sempat membuat perekonomian warga terbantu. Sebab, di sana sempat dibangun warung-warung yang dikelola oleh warga.

"Saya juga kan bikin 'sasaungan' buat jualan. Udah 4 (empat) kali malah bikinnya," ujarnya.

Tanda-tanda akan vakumnya Kampung Wisata Citos terlihat pada 2017. Penyebabnya adalah minimnya anggaran dari kelompok, khususnya Ketua Kampung Wisata Citos, yang bernama Yusuf. Menurut Yuyu, dalam sekali event domba itu, biaya yang dikeluarkan tak sedikit.

Agar wisatanya tak sampai bangkrut, pengelolan pun sempat berinovasi. Seperti mengadakan pasar, tempat hiburan dan warung lesehan semacam di Punclut di wilayah Bandung.

"Pas bulan puasa, berhenti dulu. Eh, malah berhentinya sampai sekarang," tuturnya.

Warman (60) warga lainnya berharap geliat wisata di Kampung Citos bisa dihidupkan lagi. Menurut informasi, kata dia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal memberikan bantuan. Bahkan, sudah ada petugas yang survei ke lokasi.

"Maunya masyarakat dihidupkan lagi, jadi objek wisata. Ada tempat foto-foto, kolam renang, tempat hiburan seperti korsel (wahana permainan anak)," tandasnya.

Gayung pun bersambut. Sebab Dewi Citos bakal digarap sebagai ekowisata. Untuk mengembangkan wisata tersebut, Pemkot Cimahi mendapatkan bantuan keuangan sebesar Rp 4,5 miliar dari Pemprov Jabar.

"Kota Cimahi alhamdulillah dapat bantuan untuk pengembangan destinasi wisata. Kita ngusulinnya memang Rp 5 miliar, di-acc Rp 4,5 miliar lebih," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Cimahi, Budi Raharja.

Saat ini, terang dia, pihaknya tengah mempersiapkan dokumen lelang. Berdasarkan intruksi dari Pemprov Jabar, kata Budi, seharusnya bulan ini lelang segera dimulai, namun terkendala sistem baru yang belum tuntas.

"Sekarang masih persiapan lelang, saat anggaran masuk nanti tinggal dilaksanakan lelangnya," ujar Budi.

Budi menerangkan, konsep yang akan dikembangkan di Dewi Citos tetap mengacu pada wisata alam yang berbasis edukasi. Selain itu, rencananya akan disediakan tempat pertunjukan seni dengan memanfaatkan tempat yang sudah ada.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

10 Hotel Seru untuk Staycation di Bandung

Minggu, 10 Oktober 2021 | 05:30 WIB

5 Cara Produktif Kerja setelah Liburan

Minggu, 3 Oktober 2021 | 12:00 WIB

Bukit Anti Galau, Pesona Baru Wisata Kota Cirebon

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 13:36 WIB
X