Menengok Pelaksanaan AKB di Objek Wisata Sari Ater Subang

- Selasa, 1 Desember 2020 | 11:02 WIB
Sari Ater Hotel & Resort.
Sari Ater Hotel & Resort.

SUBANG, AYOBANDUNG.COM -- Objek wisata air panas Sari Ater Subang mulai menerapkan protokol kesehatan Covid-19, guna memberikan kenyamanan kepada setiap pengunjung.

Salah satu objek wisata yang menerapkan protokol kesehatan ketat yakni Sari Ater Hotel & Resort.

Ayobandung.com berkesempatan mengunjungi objek wisata tersebut pada akhir pekan lalu. Saat memasuki kawasan objek wisata, petugas terlebih dulu mengecek suhu tubuh dan masker kepada pengunjung yang datang.

Selanjutnya, jika lolos pemeriksaan kesehatan, pengunjung dipersilakan menuju kawasan objek wisata sekaligus penginapan.

Pengamatan di lokasi, beberapa penerapan protokol kesehatan yang diperketat antara lain di restoran dan di kolam renang air panas.

Di samping itu, permainan seperti menaiki kuda pun sama. Setiap pengunjung wajib menggunakan masker selama di lokasi.

"Protokol kesehatan di sini cukup ketat, memang agak kurang sreg. Tapi ini demi kesehatan masyarakat juga yang datang," kata Imam S selaku pengunjung asal Kota Bandung.

Dia mengaku bersama keluarga keluarga sengaja datang ke objek wisata itu untuk melepas penat dari kejenuhan aktivitas pekerjaan. Apalagi, selama Covid-19, dirinya harus menjalani work from home (WFH) dalam sepekan.

"Saya bekerja sebagai dosen, kebayang WFH mengajar di rumah begitu suntuk," katanya.

Kendati selama pandemi dirinya dan keluarga berwisata, tapi tetap menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) selama di lokasi objek wisata.

Di sisi lain, Corporate Communications Manager PT Sari Ater Yuki Azuania mengatakan, sejak lama, Sari Ater adalah objek wisata yang banyak mempekerjakan warga Kabupaten Subang, terutama Kecamatan Ciater.

Sebanyak 85% karyawan Sari Ater adalah warga sekitar, di luar ratusan kios yang juga menggantungkan nasibnya pada wisatawan pengunjung tempat pemandian air panas tersebut.

Diharapkan usaha yang dijalankan akan tetap langgeng saat harus menyesuaikan diri dengan munculnya pandemi.

"Ada 7 desa yang kita bina, sekitar 85% karyawan kita berasal desa di sini (Kecamatan Ciater). Sangat banyak yang menggantungkan nasibnya di sini, ada 433 karyawan. itu di luar 600-an kios di luar dan di dalam Sari Ater. Keberadaan Sari Ater harus kita jaga bersama," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Syarat dan Ketentuan Masuk Objek Wisata Lembang

Minggu, 24 Oktober 2021 | 06:00 WIB

10 Hotel Seru untuk Staycation di Bandung

Minggu, 10 Oktober 2021 | 05:30 WIB

5 Cara Produktif Kerja setelah Liburan

Minggu, 3 Oktober 2021 | 12:00 WIB

Bukit Anti Galau, Pesona Baru Wisata Kota Cirebon

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 13:36 WIB
X