Yamaha

Mengunjungi Situs Bersejarah Radio Malabar

  Kamis, 09 Januari 2020   M. Naufal Hafizh
  • Wisatawan mengunjungi situs peninggalan bersejarah Stasiun Radio Malabar di Bumi Perkemahan Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/1/2019). Situs peninggalan bersejarah Stasiun Radio Malabar yang berdiri di atas ketinggian 1300 mdpl ini diinisiasi oleh seorang teknisi belanda, Cornelius Johanes Groot pada 1917. Stasiun radio ini kemudian diresmikan oleh Gubernur Jendral Dirk Fork pada 1923 serta menjadi alat komunikasi nirkabel pertama di dunia yang dapat menghubungkan antara Indonesia dengan Belanda yang berjarak lebih dari 12.000 kilometer. Bangunan megah yang dihancurkan pada 1945 itu dan hanya meninggalkan puing-puing itu kini menjadi saksi bisu dari kejayaan Stasiun Radio Malabar. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
  • Wisatawan mengunjungi situs peninggalan bersejarah Stasiun Radio Malabar di Bumi Perkemahan Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/1/2019). Situs peninggalan bersejarah Stasiun Radio Malabar yang berdiri di atas ketinggian 1300 mdpl ini diinisiasi oleh seorang teknisi belanda, Cornelius Johanes Groot pada 1917. Stasiun radio ini kemudian diresmikan oleh Gubernur Jendral Dirk Fork pada 1923 serta menjadi alat komunikasi nirkabel pertama di dunia yang dapat menghubungkan antara Indonesia dengan Belanda yang berjarak lebih dari 12.000 kilometer. Bangunan megah yang dihancurkan pada 1945 itu dan hanya meninggalkan puing-puing itu kini menjadi saksi bisu dari kejayaan Stasiun Radio Malabar. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
  • Wisatawan mengunjungi situs peninggalan bersejarah Stasiun Radio Malabar di Bumi Perkemahan Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/1/2019). Situs peninggalan bersejarah Stasiun Radio Malabar yang berdiri di atas ketinggian 1300 mdpl ini diinisiasi oleh seorang teknisi belanda, Cornelius Johanes Groot pada 1917. Stasiun radio ini kemudian diresmikan oleh Gubernur Jendral Dirk Fork pada 1923 serta menjadi alat komunikasi nirkabel pertama di dunia yang dapat menghubungkan antara Indonesia dengan Belanda yang berjarak lebih dari 12.000 kilometer. Bangunan megah yang dihancurkan pada 1945 itu dan hanya meninggalkan puing-puing itu kini menjadi saksi bisu dari kejayaan Stasiun Radio Malabar. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
  • Wisatawan mengunjungi situs peninggalan bersejarah Stasiun Radio Malabar di Bumi Perkemahan Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/1/2019). Situs peninggalan bersejarah Stasiun Radio Malabar yang berdiri di atas ketinggian 1300 mdpl ini diinisiasi oleh seorang teknisi belanda, Cornelius Johanes Groot pada 1917. Stasiun radio ini kemudian diresmikan oleh Gubernur Jendral Dirk Fork pada 1923 serta menjadi alat komunikasi nirkabel pertama di dunia yang dapat menghubungkan antara Indonesia dengan Belanda yang berjarak lebih dari 12.000 kilometer. Bangunan megah yang dihancurkan pada 1945 itu dan hanya meninggalkan puing-puing itu kini menjadi saksi bisu dari kejayaan Stasiun Radio Malabar. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
  • Wisatawan mengunjungi situs peninggalan bersejarah Stasiun Radio Malabar di Bumi Perkemahan Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/1/2019). Situs peninggalan bersejarah Stasiun Radio Malabar yang berdiri di atas ketinggian 1300 mdpl ini diinisiasi oleh seorang teknisi belanda, Cornelius Johanes Groot pada 1917. Stasiun radio ini kemudian diresmikan oleh Gubernur Jendral Dirk Fork pada 1923 serta menjadi alat komunikasi nirkabel pertama di dunia yang dapat menghubungkan antara Indonesia dengan Belanda yang berjarak lebih dari 12.000 kilometer. Bangunan megah yang dihancurkan pada 1945 itu dan hanya meninggalkan puing-puing itu kini menjadi saksi bisu dari kejayaan Stasiun Radio Malabar. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
  • Wisatawan mengunjungi situs peninggalan bersejarah Stasiun Radio Malabar di Bumi Perkemahan Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/1/2019). Situs peninggalan bersejarah Stasiun Radio Malabar yang berdiri di atas ketinggian 1300 mdpl ini diinisiasi oleh seorang teknisi belanda, Cornelius Johanes Groot pada 1917. Stasiun radio ini kemudian diresmikan oleh Gubernur Jendral Dirk Fork pada 1923 serta menjadi alat komunikasi nirkabel pertama di dunia yang dapat menghubungkan antara Indonesia dengan Belanda yang berjarak lebih dari 12.000 kilometer. Bangunan megah yang dihancurkan pada 1945 itu dan hanya meninggalkan puing-puing itu kini menjadi saksi bisu dari kejayaan Stasiun Radio Malabar. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
  • Wisatawan mengunjungi situs peninggalan bersejarah Stasiun Radio Malabar di Bumi Perkemahan Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/1/2019). Situs peninggalan bersejarah Stasiun Radio Malabar yang berdiri di atas ketinggian 1300 mdpl ini diinisiasi oleh seorang teknisi belanda, Cornelius Johanes Groot pada 1917. Stasiun radio ini kemudian diresmikan oleh Gubernur Jendral Dirk Fork pada 1923 serta menjadi alat komunikasi nirkabel pertama di dunia yang dapat menghubungkan antara Indonesia dengan Belanda yang berjarak lebih dari 12.000 kilometer. Bangunan megah yang dihancurkan pada 1945 itu dan hanya meninggalkan puing-puing itu kini menjadi saksi bisu dari kejayaan Stasiun Radio Malabar. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
  • Wisatawan mengunjungi situs peninggalan bersejarah Stasiun Radio Malabar di Bumi Perkemahan Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/1/2019). Situs peninggalan bersejarah Stasiun Radio Malabar yang berdiri di atas ketinggian 1300 mdpl ini diinisiasi oleh seorang teknisi belanda, Cornelius Johanes Groot pada 1917. Stasiun radio ini kemudian diresmikan oleh Gubernur Jendral Dirk Fork pada 1923 serta menjadi alat komunikasi nirkabel pertama di dunia yang dapat menghubungkan antara Indonesia dengan Belanda yang berjarak lebih dari 12.000 kilometer. Bangunan megah yang dihancurkan pada 1945 itu dan hanya meninggalkan puing-puing itu kini menjadi saksi bisu dari kejayaan Stasiun Radio Malabar. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
  • Wisatawan mengunjungi situs peninggalan bersejarah Stasiun Radio Malabar di Bumi Perkemahan Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/1/2019). Situs peninggalan bersejarah Stasiun Radio Malabar yang berdiri di atas ketinggian 1300 mdpl ini diinisiasi oleh seorang teknisi belanda, Cornelius Johanes Groot pada 1917. Stasiun radio ini kemudian diresmikan oleh Gubernur Jendral Dirk Fork pada 1923 serta menjadi alat komunikasi nirkabel pertama di dunia yang dapat menghubungkan antara Indonesia dengan Belanda yang berjarak lebih dari 12.000 kilometer. Bangunan megah yang dihancurkan pada 1945 itu dan hanya meninggalkan puing-puing itu kini menjadi saksi bisu dari kejayaan Stasiun Radio Malabar. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar