Begini Asal-usul dan Cara Rayakan Hari Kucing Sedunia

- Minggu, 8 Agustus 2021 | 13:43 WIB
Begini Asal-usul dan Cara Rayakan Hari Kucing Sedunia.
Begini Asal-usul dan Cara Rayakan Hari Kucing Sedunia.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Para pecinta hewan, sebagian dari Anda pasti sudah tahu bahwa tepat hari ini, 8 Agustus 2021, dikenal sebagai Kucing-Sedunia">Hari Kucing Sedunia. Sudahkah Anda tahu bagaimana asal usulnya?

Dilansir dari thesun.co.ukKucing-Sedunia">Hari Kucing Sedunia berawal dari gagasan Dana Internasional untuk Kesejahteraan Hewan atau yang biasa dikenal dengan International Fund for Animal Welfare (IFAW) yang berkeinginan untuk meningkatkan kesadaran akan keberadaan kucing di sekitar kita sekaligus mempelajari mengenai bagaimana cara untuk membantu dan melindungi mereka.

Hal ini berdasarkan pada fakta banyaknya kasus kekerasan terhadap hewan, khususnya kucing, yang dinilai masih sangat tinggi. Gagasan ini pun melahirkan hari peringatan ini sejak 2002 yang akhirnya diresmikan di seluruh dunia.

Meskipun 8 Agustus sudah dikenal sebagai Kucing-Sedunia">Hari Kucing Sedunia, nyatanya ada beberapa negara yang memiliki tanggal sendiri untuk merayakan Hari Kucing Nasional, seperti Jepang setiap 22 Februari, Amerika Serikat setiap 29 Oktober, hingga Rusia setiap 1 Maret.

Kucing: Mulai dari Dewa, Hingga Menjadi Bintang

Kucing sudah bersahabat dengan manusia sejak lama. Dilansir dari nationaltoday.com, kucing sudah ditemukan dalam budaya Peradaban Mesir Kuno yang menganggap kucing sebagai dewa sekaligus pelindung.

Mafdet adalah dewa kucing pertama yang dikenal dan dianggap sebagai pelindung terhadap ular, kalajengking, dan kejahatan selama Dinasti Pertama.

Namun, setelah dinasti Mesir runtuh, kucing pun beralih perannya menjadi hewan peliharaan. Seperti pada masa Yunani dan Romawi yang menggunakannya sebagai pengendali hama.

Namun, di Eropa, selama Abad Pertengahan, kucing justru malah dikaitkan dengan takhayul hingga akhirnya dicurigai membawa penyakit selama Black Death 1348. Itulah salah satu yang menyebabkan berkurangnya perhatian manusia terhadap kucing.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

X