2 Jenis Perselingkuhan versi Dr Boyke

- Selasa, 13 Agustus 2019 | 11:01 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

AYO BACA : Selingkuh, Ibu Ini Melahirkan Anak Kembar Beda Ayah

"Apalagi zaman sekarang, panggilan "beb, cinta, say" di antara teman-teman itu dinilai hal biasa. Temannya sudah akrab, kerja satu kantor. Itu disebut perselingkuhan kering," jelasnya.

Boyke mengatakan, mereka yang sudah menikah terkadang membawa mudah curhat dengan teman yang sering menyapanya dengan panggilan sayang. Ketika curhat masalah rumah tangga dengan lawan jenis, mereka pun rentan terjerumus dalam perselingkuhan.

"Karena orang kerja gitu kan, membawa masalah dari rumah ke kantor, masalah kantor ke rumah, ada berantem-berantem. Mulai curhat, gue lagi kesel sama laki gue nih. Ditenangin, mulai dipegang-pegang bahunya untuk menenangkan. Itu sudah mulai kan, dari kering ke semi basah dan akhirnya menjurus ke perselingkuhan basah, mulai berciuman," ungkapnya.

Rata-rata orang berselingkuh awalnya mengaku tidak berniat selingkuh. Namun, mereka berdalih keadaan membuatnya berselingkuh.

"Sekitar 20 sampai 30 persen perselingkuhan kering jadi perselingkuhan basah," ujarnya.

Perseligkuhan basah ini, menurut Boyke, akhirnya dapat berujung pada kehamilan tidak diinginkan yang kemudian diaborsi. Ada sekitar 2,3 juta aborsi yang sebagian disumbang oleh kehamilan karena perselingkuhan dan kehamilan remaja.

Selain itu, Boyke mengingatkan bahwa perselingkuhan juga bisa menyebabkan penyakit kelamin. Indonesia negara paling tinggi HIV AIDS di Asia Pasifik. Penyebab utamanya adalah seks bebas. Perselingkuhan juga menyebabkan ketidakharmonisan, perceraian, dan kanker serviks.

AYO BACA : Ibunda Cyndyana Lorens Geram Anaknya Dituduh Selingkuh dengan Dirut Garuda Indonesia

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

X