Menelisik Awal Mula Kisruh 'Kudeta' di Keraton Kasepuhan Cirebon

- Jumat, 27 Agustus 2021 | 11:41 WIB
Keraton Kasepuhan Cirebon. (Ayocirebon.com/Erika Lia)
Keraton Kasepuhan Cirebon. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Keraton Kasepuhan Cirebon diguncang isu kudeta. Rahardjo Djali, pria yang pernah merangsek masuk Keraton Kasepuhan Cirebon dan menurunkan foto Sultan Sepuh XIV, mengangkat dirinya sendiri sebagai Sultan Sepuh Aloeda II.

Ia meminta keluarga Sultan Sepuh XV yang kini bertahta, legowo meninggalkan Keraton Kasepuhan Cirebon.

Rahardjo Djali mengklaim diri sebagai Sultan Sepuh Aloeda II melalui proses jumenengan pada Rabu, 18 Agustus 2021.

Prosesi yang digelar di Umah Kulon, area Keraton Kasepuhan Cirebon itu, hanya dihadiri keluarganya.

"Jumenengan hanya dihadiri keluarga saja, tidak ada pejabat. Tapi, nanti kami akan kirim surat kepada pemerintah daerah di Cirebon bahwa telah terjadi suksesi di Keraton Kasepuhan," kata Rahardjo, dilaporkan Ayocirebon.com.

Baca Juga: Menyelamatkan Pusaka Pabrik Gula di Eks Keresidenan Cirebon

Gelar Sultan Sepuh Aloeda II didapat karena ia mengikuti jalur sang kakek yang dipanggilnya Sultan Muhammad Djamaludin Aloeda sebagai Sultan Sepuh XI.

Menurut Rahardjo, pengangkatannya sebagai Sultan Sepuh Aloeda II menandai era baru pada Kesultanan Cirebon.

"(Pengangkatan diri sebagai Sultan Sepuh Aloeda II) ini usulan ahli sejarah, untuk tidak ikut ke yang lama lagi (garis tahta sultan sepuh saat ini) karena kakek saya itu Sultan Sepuh XI. Tapi mulai dari saya ada perubah, Cirebon mengalami era baru," ujarnya.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X