Memilah Sampah Menjadi Sumber Ekonomi dan Penghasilan

- Jumat, 20 Agustus 2021 | 23:39 WIB
[Ilustrasi] Sampah bisa menjadi berbagai macam produk sehingga muncul kemandirian dalam pengelolaan sampah. Produk kompos dan pupuk organik. Semua tindakan ini nanti akan berpengaruh pada bagaimana kita meningkatkan nilai jual di pengelolaan sampah kita. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
[Ilustrasi] Sampah bisa menjadi berbagai macam produk sehingga muncul kemandirian dalam pengelolaan sampah. Produk kompos dan pupuk organik. Semua tindakan ini nanti akan berpengaruh pada bagaimana kita meningkatkan nilai jual di pengelolaan sampah kita. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Dalam sebuah kesempatan, Wilda Yanti sempat mengungkapkan hal unik mengenai sampah yang bisa jadi sumber ekonomi.

"Pengelolaan sampah, memilah sampah ke komposter, kemudian di posting di media sosial berpengaruh ke banyak orang," ucap perwakilan PT XAVIERA GLOBAL SYNERGY itu, perusahaan jasa kepedulian lingkungan yang fokus menangani pengelolaan sampah kota, limbah Industri, dan limbah pertanian.

Wilda menambahkan, apabila setiap orang bisa melakukannya, itu sudah memberikan dampak yang cukup besar dari gerakan pengelolaan sampah menjadi sumber ekonomi.
 
Kunci untuk melakukan pengelolaan sampah yaitu edukasi. Investasi terbesar yaitu edukasi untuk pengelolaan sampah.
 
"75 persen orang tidak peduli akan pengelolaan sampah karena kurangnya edukasi," ujar Wilda Yanti. Wilda bilang, tulisan seperti buanglah sampah pada tempatnya selalu ada, tetapi pada praktiknya tempatnya saja tidak ada. 
 
Edukasi pengelolaan sampah ujungnya adalah peningkatan kesehatan di masyarakat. Selain itu, bisa dihadirkan pula gerakan bank sampah dengan konsep menabung sampah.
 
Sampah bisa menjadi berbagai macam produk sehingga muncul kemandirian dalam pengelolaan sampah. Produk kompos dan pupuk organik. Semua tindakan ini nanti akan berpengaruh pada bagaimana kita meningkatkan nilai jual di pengelolaan sampah kita.
 
"Kemasan plastik di bank sampah itu nggak ada nilainya. Dari situ kami membuat produk berdasarkan bahan tersebut," ujar Wilda.
 
TPA hanyalah menjadi tempat pemindahan sampah. Maka, lebih baik kita kelola dari awal. Salah satu contohnya ialah dengan mengelola sampah menjadi briket, yang bisa dijual sebagai komoditi ekspor.
 
Wilda menambahkan, sampai saat ini pihaknya telah menerima order sebanyak 50 Ton per hari untuk briket. Angka cukup fantastis dan tentu menguntungkan. [Filosofi Syah Toti]
 
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

X