41 Persen Warga Kota Bogor Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi

- Jumat, 20 Agustus 2021 | 10:12 WIB
Forkopimda Kota Bogor saat memberikan keterangan resmi kepada awak media, di ruang rapat Paseban Sri Bima Balaikota Bogor, Kamis, 19 Agustus 2021. (Ayobogor.com/Yogi Faisal)
Forkopimda Kota Bogor saat memberikan keterangan resmi kepada awak media, di ruang rapat Paseban Sri Bima Balaikota Bogor, Kamis, 19 Agustus 2021. (Ayobogor.com/Yogi Faisal)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 41% warga Kota Bogor kehilangan pekerjaannya akibat Covid-19. Data tersebut didapat dari hasil survei antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama IPB University.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, hasil survei juga menunjukan 65% warga Kota Bogor mengalami penurunan penghasilan akibat pandemi Covid-19.

"Pemkot Bogor bersama IPB University melakukan survei dengan mengambil sempel 20.000 masyarakat di enam kecamatan yang ada di Kota Bogor. Hasilnya pandemi Covid-19 membuat 41% warga Kota Bogor kehilangan pekerjaan, dan 65% warga mengalami penurunan penghasilan," katanya, Kamis 19 Agustus 2021, dilaporkan Ayobogor.com.

Baca Juga: Syarat Lengkap Masuk Mall dan Restoran di Kabupaten Bogor

Bima Arya menyebut, hal tersebut masih menjadi persoalan bagi masyarakat Kota Bogor. Bima menyebut, sebagian besar masyarakat yang terdampak yakni pekerja di bidang jasa, perhotelan, restoran, kafe, dan mal.

"Yang paling banyak terdampak, sebagian besar berasal dari kategori pekerja lepas, harian dan mingguan. Tentunya ini harus ada langkah-langkah antisipatif sebelum nantinya dapat menimbulkan dampak yang lebih besar lagi," jelasnya.

Namun, dari angka 65% responden yang menjawab menurun, ada 3% yang mengaku pendapatannya justru meningkat. Khususnya, pendapatan yang berbisnis di bidang kesehatan dan bahan pokok.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menilai, masalah ini perlu segera dicarikan jalan keluarnya. DPRD Kota Bogor bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), siap merumuskan kebijakan untuk menangani masalah ini ke depan.

Baca Juga: Syarat dan Ketentuan Masuk Sarana Olahraga di Bogor

Atang juga meminta agar Pemkot Bogor dan instansi terkait ikut merumuskan sejumlah langkah dan kebijakan apa yang mesti diambil untuk mengantisipasi kemungkinan terburuknya.

"Mumpung saat ini sedang pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), agar tepat kebijakannya segera rumuskan solusi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjangnya. Agar kebijakan yang diambil nanti bisa terarah dan tepat sasaran," jelasnya.

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cianjur Kekurangan Ratusan Guru dan Nakes

Senin, 29 November 2021 | 19:35 WIB

4 Tuntutan Lengkap Demo Buruh di Gedung Sate

Senin, 29 November 2021 | 15:30 WIB

Ketua PWI Jabar Hadiri Konferensi Wilayah PWI Karawang

Sabtu, 27 November 2021 | 18:34 WIB

72 Kepala Sekolah SMP Cianjur Dirotasi

Jumat, 26 November 2021 | 12:29 WIB
X