Mengenang Fatmawati Soekarno di Bulan Agustus, Ibu Negara Perajut Bendera Bangsa

- Rabu, 18 Agustus 2021 | 20:06 WIB
Fatmawati Soekarno (memegang bunga) (Wikimedia Commons/Joop van Bilsen/Anefo (CC))
Fatmawati Soekarno (memegang bunga) (Wikimedia Commons/Joop van Bilsen/Anefo (CC))

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Menjelang kemerdekaan Indonesia, banyak tokoh yang berjuang untuk segera menyatakan proklamasi kemerdekaan di tengah kekalahan Jepang pada saat itu.

Dan terjadilah, pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia.

Di balik langkah besar menuju kemerdekaan ini, tentu tak lepas dari sosok perempuan hebat di belakangnya, ialah Ibu Negara Fatmawati Soekarno.

Saat para tokoh sedang mempersiapkan peralatan untuk pembacaan teks proklamasi, kala itu Fatmawati tak sengaja mendengar bahwa Indonesia belum memiliki bendera yang siap untuk dikibarkan.

Fatmawati segera memanggil Chaerul Basri untuk memerintahkan Shimizu, seorang pimpinan barisan Propaganda Gerakan Tiga A Jepang, mengambil kain katun Jepang berwarna merah dan putih berukuran 2 x 3 meter. Dengan keadaan hamil tua dan fisiknya yang rentan, Fatmawati menjahit Sang Saka Merah Putih itu sendiri di ruang makan. Hal ini diungkap langsung oleh Soekarno dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia

“Istriku telah membuat sebuah bendera dari dua potong kain. Sepotong kain putih dan sepotong kain merah. Ia menjahitnya dengan tangan," Ungkap Soekarno.

Momen bersejarah ini tak bisa dilepaskan dari kontribusi penting ibu Fatmawati mewujudkan cita-cita bangsa menuju kemerdekaan. Perempuan hebat asal Bengkulu yang juga merupakan seorang motivator bagi seluruh perempuan Indonesia khususnya provinsi Bengkulu ini, dengan semangat nasionalismenya untuk membangun bangsa Indonesia, jasa sang Ibu Negara akan terus diingat.

Jika saja saat itu Ibu Fatmawati tak berinisiatif menjahit bendera, mungkin kita tidak bisa melihat bendera merah putih berkibar setiap 17 Agustus.

Meskipun saat ini bendera yang dikibarkan tiap tahun di Istana Negara bukan lagi bendera jahitan Fatmawati, tetapi bendera itu kini tersimpan rapi sebagai bendera pusaka di Istana Negara. [Alya Nur Anisya]

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Tes PPPK Guru Tahap 2 Diundur?

Kamis, 2 Desember 2021 | 10:24 WIB

Cegah Omicron, Indonesia Larang WN dari Hong Kong

Senin, 29 November 2021 | 15:46 WIB
X