3 Faktor Penyebab Kematian akibat Covid-19, Salah Satunya Belum Divaksin

- Minggu, 15 Agustus 2021 | 11:54 WIB
Petugas pemakanan Covid-19 di Kota saat memakamkan pasien meninggal akibat Covid-19 di TPU Aisha Rashida. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)
Petugas pemakanan Covid-19 di Kota saat memakamkan pasien meninggal akibat Covid-19 di TPU Aisha Rashida. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

INDIHIANG, AYOBANDUNG.COM – Kasus kematian di Kota Tasikmalaya masih terbilang cukup tinggi. Hingga Minggu, 15 Agustus 2021, total kasus pasien meninggal akibat Covid-19 jumlahnya sebanyak 505 orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr. Asep Hendra Hendriana mengatakan, kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Tasikmalaya masih terbilang cukup tinggi.

"Persentase kematian di Kota Tasikmalaya saat ini sampai 3,72 persen. Memang masih ada kematian akibat Covid-19 ini," ujar Asep, Minggu, 15 Agustus 2021.

Menurutnya, ada 3 faktor yang menyebabkan masih tingginya kasus kematian akibat Covid-19. Di antaranya lansia, komorbid, dan belum divaksin.

"Jadi selalu saja 3 faktor ini yang menyebabkan kematian. Kalau lansia punya komorbid dan belum divaksin, kemungkinan survivenya kecil," ucapnya.

Ia menuturkan, pihaknya terus melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat Kota Tasikmalaya. Di samping vaksinasi ke kalangan masyarakat umum, pihaknya juga melakukan percepatan vaksinasi bagi kalangan pelajar dan santri.

"Sampai saat ini sudah lebih 4 ribu warga yang divaksin. Setiap hari kita targetkan 1.000 orang untuk divaksin," kata dia.

Sementara itu, Wakil Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Tasikmalaya Komandan Kodim 0612 Tasikmalaya Letkol. Inf. Ary Sutrisno mengatakan, terkait dengan angka kematian yang masih cukup tinggi di Kota Tasikmalaya, pasien yang meninggal akibat Covid-19 rata-rata sudah berusia 40 tahun ke atas dan belum terlindungi dengan vaksin.

"Kita minta kepada seluruh masyarakat untuk melaksanakan kegiatan vaksinasi sesegera mungkin di gerai-gerai vaksinasi yang ada di puskesmas-puskesmas maupun kegiatan percepatan vaksinasi yang dilaksanakan oleh TNI maupun Polri," ujar Ary.

Menurutnya, saat ini memang vaksinasi menjadi salah satu unsur pendukung dalam penanganan pandemi Covid-19. Namun, upaya yang perlu dilaksanakan yakni dengan melaksanakan 5M dalam kehidupan sehari-hari.

"Jadi tentunya apabila kegiatan dilaksanakan dari disiplin diri pribadi tentunya kita selain melindungi diri juga kita memilih orang lain ini," ucapnya.

"Saya pikir yang paling penting ya terus sampai hari ini TNI Polri tetap turun ke lapangan dalam melaksanakan kegiatan PPKM sampai dengan skala mikro hingga desa-desa dan tingkat RT, ini untuk tetap melaksanakan kegiatan pendisiplinan protokol kesehatan di masyarakat," pungkansya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X