Arab Saudi Kaji Penggunaan Sinovac dan Sinopharm untuk Jamaah Umrah

- Jumat, 13 Agustus 2021 | 08:04 WIB
Ibadah Umrah. (Saudi Ministry of Media via AP)
Ibadah Umrah. (Saudi Ministry of Media via AP)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan, Arab Saudi saat ini masih melakukan kajian soal penggunaan vaksin Sinovac dan Sinopharm.

“Untuk vaksin Sinovac dan Sinopharm yang digunakan sejumlah negara, Kementerian Kesehatan Arab Saudi masih melakukan kajian. Dalam waktu dekat, akan dirilis hasilnya secara resmi,” kata Endang Jumali dilansir dari Republika.co.id, Jumat, 13 Agustus 2021.

Endang menuturkan, informasi ini didapat setelah menggelar pertemuan dengan Deputi Urusan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Dr. Abdulaziz Wazzan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Jeddah.

Baca Juga: Rizky Billar dan Lesti Kejora Daftar Nikah Kurang dari 10 Hari, Memang Boleh?

Pertemuan yang berlangsung pada Rabu, 11 Agustus 2021 itu dihadiri Konjen RI, Eko Hartono, bersama Koordinator Perlindungan Warga dan Pelaksana Staf Teknis Haji 1 (P-STH 1)

Kementerian Haji dan Umrah disebut terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Koordinasi dilakukan untuk memastikan apakah calon jamaah umroh dari negara lain yang sudah memperoleh dosis penuh dari kedua vaksin tersebut masih perlu diberikan satu dosis lagi (booster), dibandingkan empat vaksin yang digunakan Saudi.

Baca Juga: 26 Daerah Turun Level PPKM, Kabupaten Tasik Level 2

Sinovac dan Sinopharm saat ini sudah diakui WHO. Kemenag terus berkoordinasi dengan Kemenkes RI dan Kemenlu RI untuk membahas bersama masalah penggunaan vaksin ini,” lanjutnya.

Dalam pertemuan yang sama, Deputi Umrah menegaskan Pemerintah Arab Saudi lebih memprioritaskan keselamatan dan kesehatan jamaah, utamanya dalam pengaturan penyelenggaraan ibadah umroh di masa pandemi. Keselamatan dan kesehatan menjadi hal utama, bukan kepentingan ekonomi dan bisnis semata.

Baca Juga: Diyakini Lebih Berharga dari Seisi Bumi, Asteroid Ini Bernilai 10 Ribu Kuadriliun Dolar

Adapun pelaksanaan ibadah umroh saat ini dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Misalnya, transportasi dalam kota hanya diisi 50 persen dari total kapasitas normal, serta akomodasi hotel dibatasi dua orang per kamar.

“Untuk alasan keselamatan juga, kebijakan penangguhan masih diberlakukan, khususnya bagi negara yang penyebaran virus Covid-19 nya dinilai masih tinggi,” ujar Endang Jumali.

Saat ini, ada 30 negara yang masih ditangguhkan masuk ke Kerajaan Arab Saudi, antara lain India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon, Vietnam, Korut, Korsel dan Afganistan. 

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X