Empati Arif Rahman Kepada Ferdy Sambo dan Putri Candrawati Menggiringnya pada Tuntutan Satu Tahun Penjara

- Jumat, 3 Februari 2023 | 17:44 WIB
Empati Arif Rahman Kepada Ferdy Sambo dan Putri Candrawati Menggiringnya pada Tuntutan Satu Tahun Penjara (YouTube KompasTV)
Empati Arif Rahman Kepada Ferdy Sambo dan Putri Candrawati Menggiringnya pada Tuntutan Satu Tahun Penjara (YouTube KompasTV)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Arif Rahman Arifin menaruh rasa empati kepada Ferdy Sambo dan Putri Candrawati. Namun rasa empati itu berbalas dengan tuntutan satu tahun penjara terkait kasus obstruction of justice atau OOJ.

Hal tersebut disampaikan Arif Rahman saat pembacaan pleidoi atau nota pembeaan dalam sidang obstruction of justice atau OOJ kematian Brigadir J di Pengadilan Negeri Tinggi Jakarta Selatan, Jumat, (3/2/2023).

Awalnya mantan Wakaden B Biro Paminal itu tidak merasa janggal dengan cerita yang disampaiakan oleh mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo soal pelecehan istrinya, Putri Candrawati.

Baca Juga: Sambil Menangis, Arif Rahman Arifin Minta Maaf pada Keluarga, Doakan Agar Sang Istri Bisa Jadi Wanita Kuat

Arif Rahman menjelaskan bahwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawati menangis saat bercerita mengenai peristiwa pelecehan seksual itu.

Sontak dari apa yang diceritakan oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawati itu membuatnya berempati.

"Cerita yang disampaikan oleh pimpinan kepada saya pada saat itu terutama dengan apa yang saya lihat dari Bapak FS dan Ibu PC menangis sedih, jujur membuat perasaan saya timbul adalah rasa empati yang begitu besar dari dalam diri saya kepada beliau," kata Arif.

Nmaun dirinya tidak menyangka jika perasaan empatinya itu justru malah menggiring Arif untuk mengikuti perintah Ferdy Sambo yang berujung pada tuntutan satu tahun penjara.

Baca Juga: Arif Rahman Nyesal Punya Atasan Ferdy Sambo, Tangisnya Pecah saat Jujur, Takut Keluarga Terancam

Padahal awalnya dirinya tidak merasakan ada kejanggalan dari cerita yang disampaikan Ferdy Sambo.

"Saya seperti terkondisikan oleh rasa empati sehingga tidak ada pemikiran janggal pada saat itu, terlebih dari tampilan raut muka Bapak FS dan Ibu PC sangat sedih dan terpukul dari kejadian yang menimpa ibu (Putri)," jelas Arif.

Lantas, ia kecewa karena ternyata Ferdy Sambo sudah berbohong mengenai cerita yang disampaikannya. Ferdy Sambo mengarang cerita demi untuk memuluskan skenario pembunuhan Brigadir J.

Ditambah, Arif Rahman ikut menonton rekaman Brigadir J yang masih hidup ketika Ferdy Sambo tiba di rumah dinasnya di kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Sisi Lain AKBP Arif Rahman Arifin yang Jarang Orang Ketahui, Disebut Sebagai Saksi Kunci Kasus Brigadir J

Halaman:

Editor: Didin Nurdin

Sumber: Suara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X