Kemarau 2023 Menanti, BMKG Prediksi Bakal Lebih Kering dari 3 Tahun Lalu: Waspada Karhutla di Wilayah Berikut

- Senin, 30 Januari 2023 | 08:26 WIB
Ilustrasi--Petugas TNI menarik selang saat akan melakukan upaya pemadaman bara api yang membakar lahan gambut usai mengikuti rangkaian acara peringatan HUT ke-74 TNI di Pekanbaru, Riau, Sabtu (5/10/2019). Walau dalam rangka peringatan HUT TNI, namun petugas TNI yang tergabung dalam Satgas Karhutla Riau terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan dan rutin menggelar patroli disejumlah kawasan yang dianggap rawan terjadi karhutla. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/hp.
Ilustrasi--Petugas TNI menarik selang saat akan melakukan upaya pemadaman bara api yang membakar lahan gambut usai mengikuti rangkaian acara peringatan HUT ke-74 TNI di Pekanbaru, Riau, Sabtu (5/10/2019). Walau dalam rangka peringatan HUT TNI, namun petugas TNI yang tergabung dalam Satgas Karhutla Riau terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan dan rutin menggelar patroli disejumlah kawasan yang dianggap rawan terjadi karhutla. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/hp.

AYOBANDUNG.COM - Musim kemarau sebentar lagi tiba.

Setelah beberapa waktu lalu curah hujan cukup tinggi di Indonesia, BMKG prediksi kemarau tahun ini akan terasa lebih kering.

Informasi tersebut dikatakan oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam konferesi pers virtual, 27 Januari 2023 lalu.

Dwikorita mengatakan bahwa tahun 2023, kemarau diprediksi lebih kering daripada 3 tahun lalu.

Curah hujan juga akan jauh berkurang daripada periode 2020-2022 lalu.

"Kalau tiga tahun terakhir ini saat musim kemarau masih sering terjadi hujan, maka di tahun ini (2023), intensitas hujan akan jauh menurun," terang Dwikorita.

Dwikorita mengatakan bahwa masyarakat harus lebih waspada.

Baca Juga: Titah MenPAN RB Bongkar Nasib 1 Juta PNS dan PPPK, ASN Wajib Tahu

Hal tersebut karena potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) juga lebih besar.

Terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Dwikorita memaparkan bahwa saat ini intensitas La Nina yang terus melemah.

Terbukti dari suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur per Januari 2023, dasarian pertama tercatat sebesar -0,80 dan pada dasarian kedua adalah sebesar -0.65.

Kondisi tersebut, seperti yang dkatakan Dwikorita, diprediksi akan terus melemah dan beralih menuju kondisi El Nino - Southern Oscillation (ENSO)Netral pada Februari – Maret 2023.

Kondisi ENSO Netral diprediksi akan terus bertahan hingga pertengahan tahun 2023.

Halaman:

Editor: Maghita Primastya Handayani

Sumber: humas BMKG

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X