Ferdy Sambo Dituduh Bandar Judi Hingga LGBT, Bak Penjahat Terbesar Sepanjang Sejarah

- Rabu, 25 Januari 2023 | 16:49 WIB
Ferdy Sambo baca nota pembelaan (YouTube Kompas TV)
Ferdy Sambo baca nota pembelaan (YouTube Kompas TV)

AYOBANDUNG.COM - Ferdy Sambo merupakan salah satu terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J. Seperti diketahui, Ferdy Sambo dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum atau JPU dengan penjara seumur hidup.

Pada Selasa (24/1/2023) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ferdy Sambo menjalani sidang dengan agenda nota pembelaan atau pledoi atas tuntutan JPU untuknya.

Dalam pledoi miliknya, Ferdy Sambo menepis berbagai isu yang disudutkan pada suami Putri Candrawati ini.

Baca Juga: Luna Maya Buka Lowongan Kerja Jadi Tukang Pijat, Gaji Dua Digit Bikin Publik Heran

Isu tersebut yakni isu jika Ferdy Sambo merupakan bandar narkoba, judi hingga perselingkuhan dengan banyak perempua

Ferdy Sambo pun memastikan tuduhan yang diberikan padanya tidak benar. “Saya telah dituduh secara sadis melakukan penyiksaan terhadap almarhum Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J sejak dari Magelang. Begitu pula tudingan sebagai bandar narkoba dan judi, melakukan perselingkuhan dan menikah siri dengan banyak perempuan, melakukan LGBT,” ucap Ferdy Sambo dikutip ayobandung.com dari suara.com.

Ferdy Sambo juga menyebut tentang bunker penuh uang dengan jumlah ratusan triliun atas nama Brigadir J.

"Memiliki bunker yang penuh dengan uang sampai dengan penempatan uang ratusan triliun dalam rekening atas nama Brigadir J, kesemuanya itu tidaklah benar," sambung Ferdy Sambo.

Baca Juga: Viral Driver Ojol Wanita Dapat Orderan Nenek Lansia Susah Jalan, Akhirnya Dirawat dan Bersihkan Rumahnya

Menurut Ferdy Sambo, semua yang dituduhkan untuknya tersebut tidaklah benar. Ferdy Sambo menyebut hal itu sengaja disebar untuk menggiring opini buruk kepadanya sehingga hukuman berat harus diberikan untuknya tanpa perlu mendengar dan mempertimbangkan penjelasan darinya.

Ferdy Sambo juga mengatakan jika dirinya sempat hendak memberi judul 'Pembelaan yang Sia-Sia' pada pledoinya.

Sebab, Ferdy Sambo merasa putus asa dan frustrasi dengan hinaan, cacian, makian dan olok-olok yang diterima dari berbagai pihak selama menjalani pemeriksaan dan persidangan.

Ferdy Sambo mengaku jika tak ada ruang lagi untuk menyampaikan pembelaan. “Sejak awal saya ditempatkan sebagai terperiksa dalam perkara ini, beragam tuduhan telah disebarluaskan di media dan masyarakat, seolah saya adalah penjahat terbesar sepanjang sejarah manusia,” tutur Ferdy Sambo.

Baca Juga: Gaji 1 Juta, Pendaftaran Pantarlih Dibuka 26 Januari 2023, Berikut Syarat dan Tugas di Pemilu 2024

Halaman:

Editor: Irma Joanita

Sumber: Youtube Kompas TV

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X