Ridwan Kamil Jadi Kader Golkar, Pengamat: Politikus Kutu Loncat

- Rabu, 18 Januari 2023 | 15:21 WIB
Ridwan Kamil Akan Hadir di Rangkaian HUT Kosgoro 1957, Sinyal Masuk Partai Golkar? (AyoBandung.com/Rahmat Kurniawan)
Ridwan Kamil Akan Hadir di Rangkaian HUT Kosgoro 1957, Sinyal Masuk Partai Golkar? (AyoBandung.com/Rahmat Kurniawan)

AYOBANDUNG.COM -- Ridwan Kamil dipastikan akan menjadi kader Partai Golkar. Pengumuman Ridwan Kamil menjadi kader Golkar akan dilakukan di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta.

"Insya Allah. Sudah ada pembicaraan khusus antara Ketua Umum, Pak Airlangga Hartarto, dengan Pak Ridwan Kamil. Jika tidak ada aral melintang, Insya Allah di Jakarta, di Kantor DPP Partai Golkar, sore ini jam 17.00 wib," kata ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat (Jabar), Ace Hasan Sadzly saat dikonfirmasi, Rabu, 18 Januari 2023.

Langkah Ridwan Kamil masuk Partai Golkar mendapat kritikan pedas dari pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago. Ridwan Kamil dinilai sebagai politikus 'kutu loncat'.

Kita tahu dulu Ridwan Kamil itu NasDem, kemudian lompat-lompat ke sini ke situ, ke mana. Kutu loncat lah," kata Pangi saat dihubungi, Rabu, 18 Januari 2023.

Pangi menilai, langkah Partai Golkar dalam merekrut Ridwan Kamil sebagai kader untuk kepentingan Pilpres bisa menjadi bumerang. Pasalnya, akan ada potensi terjadinya gejolak internal dengan perekrutan secara eksklusif terhadap Ridwan Kamil.

Baca Juga: Toko Tekkie, Produsen Kue Keranjang Legendaris di Kota Bandung yang Berdiri Sejak 1940

"Yang jelas di dalam partai itu harusnya serius mengurus kaderisasi. Jangan nyelonong-nyelonong saja. Nerima kader orang, ngga tau tiba-tiba mendapat jalur khusus," ucapnya.

Pangi menilai, langkah mulus Ridwan Kamil didapuk menjadi kader Partai Golkar secara eksklusif menjadi bukti adanya kegagalan dalam kaderisasi. Masuk Ridwan Kamil juga dinilai berpotensi menimbulkan kecemburuan terhadap kader murni partai Golkar yang telah meniti karir dari bawah.

"Saya, sih, ngga ada yang bagus kecuali memang mereka lahir, besar, punya kontribusi, punya kerja nyata, punya bukti membesarkan partai, itu jauh lebih penting. Ketimbang orangnya diambil kemudian diakuisisi, nyelonong, kemudian kader-kader yang udah berjuang merasa terganggu," tuturnya.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X