Kemenag Datangi Lokasi Ajaran Bab Kesucian, Beneran Sesat atau Tidak?

- Kamis, 12 Januari 2023 | 10:35 WIB
Kemenag Datangi Lokasi Ajaran Bab Kesucian, Beneran Sesat atau Tidak?/Kemenag
Kemenag Datangi Lokasi Ajaran Bab Kesucian, Beneran Sesat atau Tidak?/Kemenag

AYOBANDUNG.COM - Kepala Kanwil Kementerian Agama Prov. Sulsel H. Khaeroni bersama Bupati Gowa, serta Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat dan Keagamaan Masyarakat (PAKEM) Kab. Gowa menyambangi lokasi Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah. 

Hadir juga, para Pimpinan Forkopimda, MUI, perwakilan Polda Sulsel, serta Forkopimcam Bontomarannu Kab. Gowa. Kehadiran mereka disambut Pimpinan Yayasan I Wayan Hadi Kusumo bersama sejumlah pengurus dan murid-muridnya. 

Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah sempat viral di media karena ajarannya yang diduga menyimpang. Menurut Bang Hadi, panggilan akrab I Wayan Hadi Kusumo, Bab Kesucian yang menjadi nama dari ajarannya itu diambil dari salah satu bab dalam kajian Fiqih, yaitu Bab Thaharah.

Hadi juga mengatakan bahwa ajarannya bersumber dari kitab Ihya Ulumuddin, bahwa sebelum melangkah ke ajaran inti Agama Islam yang harus difahami terlebih dahulu adalah Bab Kesucian

“Karena di NKRI, saya mendakwahkan Agama dengan bahasa Indonesia, tapi bukan melarang menggunakan bahasa arab dalam peribadatannya,” ujar Hadi, dikutip situs resmi Kemenag, Kamis 12 Januari 2023.

Hadi juga menegaskan bahwa ajarannya tidak melarang makan ikan, minum susu, apalagi melarang salat. Menurutnya, informasi terkait itu tidak benar, karena melanggar Hak Asasi Manusia. 

“Ajaran kami hanya melarang keras memakan darah dan bangkai. Karenanya kami di pondok hanya membiasakan tidak makan daging, tapi lebih kepada makanan yang berbasis nabati atau vegetarian,” jelasnya.

“Wallahi Warrasul, kami tidak pernah mengajarkan berhaji di Bawakaraeng. Keyakinan kami haji tetap di tanah suci,” ucapnya lagi.

Hadi mengaku membuka diri kepada seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, aparat hukum, dan para ulama dari MUI untuk datang dan memberikan bimbingan, bilamana ajarannya dianggap menyimpang dari ajaran sesungguhnya. Hadi dalam kesempatan itu juga mengaku bahwa dirinya bukan ahli agama

Halaman:

Editor: Fairus Tri Rizki

Sumber: Kemenag

Tags

Terkini

X