Terkuak! Bukan Ferdy Sambo, Ternyata Pemberi Perintah Hapus Foto Autopsi Jenazah Brigadir J Adalah Sosok Ini

- Selasa, 29 November 2022 | 12:32 WIB
Terkuak! Bukan Ferdy Sambo, Ternyata Pemberi Perintah Hapus Foto Autopsi Jenazah Brigadir J Adalah Sosok Ini (Suara.com)
Terkuak! Bukan Ferdy Sambo, Ternyata Pemberi Perintah Hapus Foto Autopsi Jenazah Brigadir J Adalah Sosok Ini (Suara.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM - Fakta baru disampaikan oleh Arif Rahman Arifin saat dirinya memberi keterangan sebagai saksi dalam sidang kasus pembunuhan Brigadir J pada Senin 28 November 2022 dengan terdakwa Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Maruf.

Arif Rahman Arifin mengaku dirinya diperintahkan untuk menghapus foto hasil autopsi dan juga peti jenazah Brigadir J oleh Kombes Susanto Haris yang merupakan eks Kabag Gakkum Provost Divisi Propam Polri.

Pada awalnya Arif Rahman Arifin memberi laporan kepada Ferdy Sambo terkait hasil autopsi jasad Brigadir J yang dilakukan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur pada 8 Juli 2022. Setelah proses autopsi selesai jasad Brigadir J dimasukkan ke dalam peti.

Baca Juga: Kronologi Penemuan Bayi dalam Karung Masih Hidup, Menangis di Semak-semak, Apa Motif Pembuangan Itu?

Untuk keperluan laporan tersebut Arif lantas mendokumentasikan foto hasil autopsi jasad Yosua dari dokter forensik.

Kemudian foto tersebut dikirimkan ke Agus Nur Patria yang merupakan eks Kepala Detasemen Biro Paminal Divisi Propam.

"Selesai outopsi jenazah masuk ke dalam peti saya mengirimkan laporan sementara dari dokter forensik yang diterima oleh penyidik. Saya sempat foto, saya sempat kirimkan kepada Kombes Agus," pengakuan Arif di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Kapan Susanto memerintahkan saudara untuk menghapus semua dokumentasi?" tanya hakim. "Selesai autopsi," jawab Arif.

Baca Juga: Catat! 16 Hari Libur Nasional dan 17 Hari Besar Nasional dan Internasional Desember 2022: Hari Ibu, Hari Natal

Susanto mengatakan agar semua dokumetasi dikirim kepadanya sehingga pelaporan kepada Sambo lewat satu pintu.

"Jadi beliau disampaikan agar dokumentasi dikirimkan ke beliau semuanya biar satu pintu. Lalu di HP anggota sudah tidak ada lagi yang tersebar cukup satu pintu laporan dan penyimpanan file foto," ujar Arif.

Arif mengaku tidak mengetahui maksud dibalik perintah Susanto untuk menghapus foto dokumentasi tersebut, dirinya hanya mengikuti arahan dari atasannya tersebut.

"Kan saudara tadi cerita foto-foto yang saudara ambil bukan sesuatu yang signifikan? Kenapa suruh dihapus?" tanya hakim. "Tidak tahu yang mulia," jawab Arif.

Baca Juga: Rodrygo Nekat Curi Jimat di Kaki Ronaldo Demi Wujudkan Impian Juara di Piala Dunia 2022

Halaman:

Editor: Katarina Erlita

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X