UMP DKI Jakarta di 2023 Jadi Rp 4,9 Juta, Naik 5,6%

- Senin, 28 November 2022 | 14:27 WIB
Ratusan buruh saat unjuk rasa. UMP DKI Jakarta 2023 dipastikan naik 5,6%. Nominal minimum pekerja yang diterima angkanya mencapai Rp 4,9 juta. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Ratusan buruh saat unjuk rasa. UMP DKI Jakarta 2023 dipastikan naik 5,6%. Nominal minimum pekerja yang diterima angkanya mencapai Rp 4,9 juta. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

AYOBANDUNG.COM - UMP DKI Jakarta 2023 dipastikan naik 5,6%. Nominal minimum pekerja yang diterima angkanya mencapai Rp 4,9 juta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertrans) Andri Yansyah buka-bukaan soal ini.

DIa menyebut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta naik menjadi Rp 4.901.738 dari Rp 4,6 juta.

"Ini sudah bisa dipastikan," ucap Andri Yansyah kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (28/11).

Aturan ini merujuk pada perhitungan dalam Permenaker Nomor 18 Tahun 2022.

Itu artinya, kenaikan UMP sebesar 5,6 persen menjadi Rp 4.901.738 pun langsung ketok palu.

Untuk diketahui, nominal sebesar tadi sudah diusulkan dalam rapat Dewan Pengupahan DKI Jakarta per 22 November 2022.

Meski ada angin segar, kenaikan UMP ini baru ditetapkan. Menurut Andri, aturannya belum disahkan secara resmi.

Ada pun batas akhir pengesahan UMP adalah hingga nanti malam pukul 23.59 WIB.

"Hari ini sampai dengan jam 23.59," tambahnya.

Usulan ini mengambil jalan tengah dari yang diusulkan oleh unsur pengusaha unsur pekerja dan unsur pemerintah daerah dalam sidang.

Sebelumnya, serikat pekerja dari Apindo mengusulkan kenaikan 2,62 persen menjadi Rp 4,7 juta.

Sedangkan Kadin mengusulkan kenaikan 5,11 persen menjadi Rp 4,8 juta.

Pemprov DKI mengajukan kenaikan sebesar 5,6 persen menjadi Rp 4,9 juta. Dan terakhir unsur pekerja mengusulkan kenaikan hingga 10,55 persen menjadi Rp 5,1 juta.

Dari paparan Andri, Disnakertrans DKI Jakarta saat ini sedang melakukan finalisasi terkait UMP 2023

Halaman:

Editor: Agus Purwanto AB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X