UMP 2023 Naik 10 Persen Bikin Pekerja Untung Pengusaha Buntung? Ancaman PHK Massal Mencuat Berdampingan Resesi

- Jumat, 25 November 2022 | 10:13 WIB
Jika UMP naik 10 persen merata berdampingan resesi, kemungkinan PHK bagi para pekerja akan terjadi. (Pixabay)
Jika UMP naik 10 persen merata berdampingan resesi, kemungkinan PHK bagi para pekerja akan terjadi. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Upah Minimum Provinsi atau UMP 2023 naik 10 persen diprediksi bisa bikin pekerja untung tapi para pengusaha buntung, ancaman PHK massal mulai mencuat lagi berdampingan dengan resesi global.

PHK massal diprediksi bisa terjadi jika UMP 2023 naik 10 persen secara merata untuk semua wilayah, terutama bagi pengusaha atau perusahaan yang terdampak kemungkinan resesi global di tahun depan.

Akan tetapi gelombang PHK juga bergantung pada ketahanan perusahaan apakah mampu menyeimbangkan produksi di samping upah minimum atau UMP 2023 naik dengan adanya ancaman resesi.

 Baca Juga: Baznas Jabar Bagikan 1500 Paket Sembako untuk Tingkatkan Literasi dan Tekan Angka Kemiskinan

Pemerintah sendiri telah menerbitkan aturan soal kenaikan UMP 2023, dimana dalam Permenaker tersebut tercantum bahwa upah minimum di tahun depan dipastikan tak akan melebihi angka 10 persen.

Meskipun demikian, pemerintah belum memberikan kepastian apakah UMP tahun depan naik 10 persen secara merata atau akan ada penyesuaian untuk sejumlah wilayah.

Kenaikan upah minimum 2023 ini secara tidak langsung akan melonjakan kewajiban para pengusaha dalam memberikan hak para pekerjanya sesuai dengan berapa persen kenaikan UMP 2023.

Lantas apakah benar jika UMP 2023 naik 10 persen bikin pekerja untung namun pengusaha buntung hingga mencuat lagi isu PHK massal karena ancaman resesi?

 Baca Juga: 200+ Link Twibbon Hari Guru Nasional 25 November: Bisa Didownload Gratis Tinggal Klik di Sini!

Halaman:

Editor: Imanudin Ar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X