Apa Itu Gempa Kerak Dangkal? Ini Penjelasan BMKG soal Guncangan di Cianjur Akibat Pergerakan Sesar Cimandiri

- Kamis, 24 November 2022 | 22:01 WIB
Longsor Akibat Gempa Kerak Dangkal di Kabupaten Cianjur (Ayobandung.com/ Kavin Faza)
Longsor Akibat Gempa Kerak Dangkal di Kabupaten Cianjur (Ayobandung.com/ Kavin Faza)

AYOBANDUNG.COM--Gempa Cianjur berkekuatan Magnitudo 5,6, Senin 21 November 2022, dengan kedalaman 10 kilometer berjenis gempa kerak dangkal.

Gempa Cianjur sendiri dipicu oleh aktivitas pergerakan Sesar Cimandiri, yang menyebabkan ribuan bangunan rusak serta korban jiwa.

Pergerakan sesar di Jawa Barat sendiri tergolong aktif dan patut diwaspadai, yang mampu memicu gempa kerak dangkal.

Baca Juga: Mengenal Sesar Cimandiri Penyebab Gempa Cianjur, hingga Kaitannya dengan Sesar Lembang di Bandung Raya

Apa Itu Gempa Kerak Dangkal?

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan, ada kasus gempa kerak dangkal, amplitudo gelombang seismik dengan konten frekuensi relatif tinggi tidak mengalami atenuasi atau pelemahan energi hingga sampai permukaan bumi.

Gempa kerak dangkal kedalamannya umumnya berkisar 1-30 kilometer. Zona sumber gempa ini di Jawa Barat cukup banyak, seperti Sesar Cimandiri, Sesar Baribis, Sesar Citarik, Sesar Cipamingkis, Sesar Lembang, dan Sesar Cirata.

"Karakter gempa kerak dangkal dengan frekuensi tinggi ini akan banyak menimbulkan kerusakan karena guncangan tanah yang dibangkitkan sangat kuat," ujarnya seperti dikutip dari akun Twitter pribadi Daryono, @daryonoBMKG, Kamis 24 November 2022.

Baca Juga: Ancaman Gempa Sesar Lembang di Bandung Raya, Risiko dan Dampak yang Perlu Diantisipasi

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X