Ini Penjelasan Soal Beda Data Korban Meninggal Gempa Cianjur Antara Polri dan BNPB

- Kamis, 24 November 2022 | 17:07 WIB
Ini Penjelasan Soal Beda Data Korban Meninggal Gempa Cianjur Antara Polri dan BNPB (AYOBANDUNG.COM/Restu Nugraha)
Ini Penjelasan Soal Beda Data Korban Meninggal Gempa Cianjur Antara Polri dan BNPB (AYOBANDUNG.COM/Restu Nugraha)

AYOBANDUNG.COM -- Perbedaan data korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Kabupaten Cianjur yang dirilis Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dinilai wajar dalam sebuah peristiwa bencana.

Hal itu disebabkan lantaran masing-masing instansi mempunyai rujukan data masing-masing dalam menentukan jumlah korban tewas.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menyebut rujukan data korban tewas berdasarkan laporan jenazah yang masuk ke sejumlah fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Curhatan Pilu Awkarin yang Gagal Menikah dengan Gangga, Ungkap Alasan Batal Nikah karena Orangtua?

Sedangkan BNPB mencatat data berdasarkan laporan dari berbagai pihak, mulai dari aparat kewilayahan hingga pengaduan pihak keluarga.

"Memang untuk kasus disaster dan open disaster semacam ini, yaitu gempa bumi kerap kali ada kesimpangsiuran data terutama data orang meninggal dunia," kata kata Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Polri, drg. Ahmad Fauzi, saat konferensi pers di RSUD Sayang, Cianjur, Kamis 24 November 2022.

"Memang yang kami lakukan adalah pendataan orang meninggal yang dilaporkan ke fasilitas kesehatan yang kami tunjuk," sambungnya lagi.

Ahmad menerangkan untuk identifikasi korban bencana gempa Cianjur, pihaknya bekerjasama sama dengan tiga fasilitas kesehatan yakni rumah sakit Bhayangkara, RS Cimacan dan RSUD Sayang.

Baca Juga: Biaya Pengobatan Korban Gempa Cianjur Ditanggung Pemerintah

Halaman:

Editor: Katarina Erlita

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Garut Masuk Tipe Intraslab, Ini Penjelasan BMKG

Sabtu, 3 Desember 2022 | 21:48 WIB
X