Migrasi Siaran Analog ke TV Digital Bikin Internet Kian Kencang

- Kamis, 24 November 2022 | 12:18 WIB
Internet Indonesia disebut-sebut bakal kian kencang bila migrasi siaran analog ke TV digital sukses.  (Tangkapan Layar Kominfo.go.id)
Internet Indonesia disebut-sebut bakal kian kencang bila migrasi siaran analog ke TV digital sukses. (Tangkapan Layar Kominfo.go.id)

AYOBANDUNG.COM - Migrasi siaran analog ke TV digital ternyata berdampak luar biasa. Internet Indonesia disebut-sebut bakal kian kencang.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akhirnya buka-bukaan soal migrasi siaran analog ke TV digital ini.

Untuk diketahui, pemerintah melalui Kementerian Kominfo telah menerapkan penghentian siaran analog atau Analog Switch Off (ASO) pada 2 November 2022.

Namun, pelaksanaannya baru sampai 230 Kabupaten/Kota, termasuk wilayah Jabodetabek.

Direktur Penyiaran Ditjen PPI Kementerian Kominfo, Geryantika Kurnia, buka suara soal ini. Menurutnya, sat pelaksanaan ASO sudah merata secara nasional, maka tidak ada lagi persoalan sinyal telekomunikasi yang timbul tenggelam.

Lantas mengapa hal itu bisa terjadi. Apa hubungan migrasi analog ke TV digital dengan kecepatan internet?

Dari paparan Gery, Indonesia saat ini masih kekurangan sumber daya frekuensi yang diperuntukkan layanan akses internet. Itu yang membuat kecepatan internet Indonesia masih ada kesenjangan.

Kecepatan internet satu daerah dengan lainnya jadi tak sama. Ada yang cepat. Ada juga yang lambat. 

"Sinyal kadang ada, kadang tenggelam. Itu akibat kekurangan frekuensi," ujarnya dalam webinar pelaksanaan ASO, Selasa (22/11/2022).

Sinyal yang timbul tenggelam ini terjadi karena penggunaan TV analog boros frekuensi.

Bila analog dimatikan, masyarakat seluruh Indonesia akan sama-sama bisa menikmati layanan internet kecepatan tinggi," ujar Gery dalam webinar terkait pelaksanaan ASO, 

PR besar pun menanti. Apalagi, masih ada sekitar 12.500 desa/keluruhan di Indonesia belum menikmati akses internet.

Bahkan layanan telekomunikasi untuk telepon ada yang belum dicicipi masyarakat.

"Jangankan internet, telepon saja nggak bisa. Itu karena kekurangan sumber daya terbatas, yakni frekuensi," sebutnya.

Dengan dilakukannya penghentian siaran TV analog ke TV digital, akan ada efisiensi penggunaan pita frekuensi 700 MHz atau digital dividend sebesar 112 MHz.

Halaman:

Editor: Agus Purwanto AB

Sumber: webinar ASO

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X