Panglima Perang Iran Tebar Ancaman, Benjamin Netanyahu Bisa Ketar-ketir

- Rabu, 23 November 2022 | 11:46 WIB
Panglima perang Iran tebar ancaman serius ke Benjamin Netanyahu. (AFP Photo/str)
Panglima perang Iran tebar ancaman serius ke Benjamin Netanyahu. (AFP Photo/str)

AYOBANDUNG.COM - Panglima perang Iran tebar ancaman serius ke arah Israel. Sasarannya adalah  Benjamin Netanyahu. Tokoh berpengaruh di Israel itu disebut-sebut bisa ketar-ketir dengan ancaman ini.

Ancaman ini ditebar komandan IRGC Isfahan Mojtaba Fada. Beritanya sampai langsung dikutip Jerusalem Post. Sebagai gambaran, IRGC merupakan Korps Pengawal Revolusi Iran. Ini merupakan satuan tempur yang berisikan pasukan elite Negeri Mullah. 

Iran dikatakan berusaha menculik Benjamin Benjamin Netanyahu dan membawanya ke Iran untuk dijadikan budak.

"Mantan perdana menteri rezim Zionis berharap protes di Iran akan membawanya ke Teheran. Insya Allah, Republik Islam akan menang dan perdana menteri itu akan berjalan katak ke Iran mengenakan tali dan kerah budak," sebut komandan IRGC Isfahan Mojtaba Fada.

Ucapan Fada itu dikutip Jerusalem Post dari kantor berita Iran, Bahar News, Rabu (23/11/2022).

Benjamin Netanyahu saat ini dianggap sebagai musuh besar Iran. Dalam beberapa kesempatan, Netanyahu kerap memuji aksi protes anti-pemerintah Iran.

Untuk diketahui, Iran telah diguncang aksi protes besar-besaran sejak September lalu atas kematian seorang wanita berusia 22 tahun, Mahsa Amini, dalam tahanan polisi moral Iran.

Otoritas Iran menyalahkan negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat (AS), karena memicu kerusuhan di negara itu.

Protes sekarang telah menyebar ke lebih dari 140 kota dan berlangsung selama lebih dari dua bulan. Menurut LSM Hak Asasi Manusia Iran yang berbasis di Norwegia pasukan keamanan Iran telah menewaskan sedikitnya 378 orang - termasuk 47 anak-anak - dalam tindakan keras terhadap protes.

“Setidaknya 378 pengunjuk rasa, termasuk 47 anak-anak, telah dibunuh oleh pasukan penindas sejak 16 September,” kata direktur Hak Asasi Manusia Iran, Mahmood Amiry-Moghaddam, seperti dikutip dari AFP.

Halaman:

Editor: Agus Purwanto AB

Sumber: Jerusalem Post

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X