Hindari Cuaca Ekstrem, BMKG Tabur Garam di Langit Bali

- Sabtu, 19 November 2022 | 21:50 WIB
Ilustrasi -- cuaca ekstrem. Hujan. (Pixabay)
Ilustrasi -- cuaca ekstrem. Hujan. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Bali menjadi tuan rumah KTT G20 2022, BMKG mengupayakan untuk menghindari cuaca ekstrem dengan menaburkan garam di langit Bali.

BMKG mengupayakan untuk menghindari cuaca buruk saat KTT G20 berlangsung di Bali dengan garam 29 Ton yang dijatuhkan di langit.

Seperti apa BMKG melakukan penebaran garam di langit Bali agar tidak ada cuaca ekstrim saat acara berlangsung? simak penjelasannya di artikel ini.

Baca Juga: Siswa SMP Bully Temannya Hingga Dilarikan ke Rumah Sakit, Polisi Langsung Turun Tangan!

Peranan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam kegiatan KTT G20 yang dilaksanakan di Bali adalah melaksanakan operasi TMC yaitu Teknologi Modifikasi Cuaca.

Dengan melakukan kerja sama dengan BRIN, TNI AU, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), operasi ini dilakukan sejak 10 November 2022.

Operasi TMC bertujuan untuk mengarahkan potensi awan hujan dari lokasi penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi G20 Bali.

Operasi TMC ini sedikitnya 28 sorti dengan total bahan semai sebanyak 29 ton NaCl atau garam telah ditabur di langit Bali oleh Pesawat Cassa 212 dan CN 295 dalam operasi TMC hingga tanggal 16 November 2022.

Baca Juga: Daftar Gaji CPNS di Tahun 2023 Semua Golongan, Segini Besaran Upah yang Didapatkan PNS Tahun Depan!

Halaman:

Editor: Katarina Erlita

Sumber: bmkg.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X