Sindir Anggaran Penjamuan KTT G20 yang Mewah, Faizal Assegaf: Rakyat Cuma Jadi Penonton!

- Rabu, 16 November 2022 | 12:11 WIB
Faizal Assegaf sindir anggaran penjamuan delegasi KTT G20 (Instagram/@jagajokowi)
Faizal Assegaf sindir anggaran penjamuan delegasi KTT G20 (Instagram/@jagajokowi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sedang berlangsung Konferensi Tingkat Tinggi alias KTT G20 di Bali pada tanggal 15-16 November 2022.

KTT G20 dengan tuan rumah Indonesia kali ini dihadiri sebanyak 17 pemimpin negara, perwakilan pemimpin negara, dan juga sejumlah tamu undangan.

KTT G20 secara resmi dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di The Apurva Kempinski, Nusa Dua, Bali pada hari Selasa 15 November 2022.

Baca Juga: Resmi dari KitaBisa, Program Beasiswa Merdeka Pendidikan Senilai Rp 2,5 Juta, Simak penjelasannya

Penyelenggaraan kegiatan KTT G20 ramai jadi sorotan masyarakat, hal tersebut juga dipicu adanya pembubaran diskusi tentang G20 di Gedung Student Center, Universitas Udayana, pada Senin siang, 14 November 2022.

Dua orang berpakaian sipil mendatangi gedung meminta diskusi dihentikan karena melanggar aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Salah satu komentar datang dari kritikus sekaligus aktivis 98 Faizal Assegaf terkait penyelenggaraan forum yang dihadiri para petinggi negara kelas dunia tersebut.

Faizal menyatakan tidak setuju dengan dibubarkannya forum diskusi terkait KTT G20 di Udayana, dengan adanya aksi ini dirinya menilai pemerintah tidak adil.

Baca Juga: SMA,SMK, dan Mahasiswa Buruan Daftar Beasiswa Merdeka Pendidikan Periode November-Desember 2022

Kritikus itu juga menyoroti penggunaan anggaran APBN yang cukup besar oleh pemerintah Indonesia dalam penjamuan delegasi ataupun tamu undangan yang hadir pada agenda Internasional itu.

"Uang rakyat via APBN digunakan untuk menjamu para tamu asing di Forum G20," ungkap Faizal dalam unggahannya.

Diketahui, alokasi anggaran yang telah ditetapkan dalam APBN untuk kegiatan itu sebesar Rp666,69 Miliar.

Tak hanya soal anggaran, Aktivis 98 itu juga melontarkan kritikan terkait peran masyarakat dalam perhelatan kelas dunia ini.

Faisal mengungkapkan masyarakat hanya dijadikan penonton, dirinya juga membandingkan dengan jaman Majapahit.

Halaman:

Editor: Irma Joanita

Sumber: liputanbekasi.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X