Gawat! Presiden Rusia Vladimir Putin Didemo Agar Lakukan Serangan Nuklir ke Amerika

- Senin, 14 November 2022 | 05:59 WIB
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Pixabay)
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Gawat, Presiden Rusia Vladimir Putin secara mengejutkan didemo untuk segera melakukan serangan nuklir kepada Amerika Serikat.

Pasalnya diketahui bahwa Invasi Rusia terhadap Ukraina yang merupakan perintah Presiden Vladimir Putin masih terus berlangsung hingga saat ini.

Amerika Serikat yang merupakan pihak oposisi Presiden Vladimir Putin, sekaligus menjadi alasan terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina, memang sempat bersitegang dalam melakukan penyerangan bom nuklir ini.

Baca Juga: Tanggapi Kebijakan Rencana Penghapusan Honorer 2023, Ini Kata Komisi II DPR RI

Dan baru-baru ini sebuah unggahan video yang beredar di Twitter, memperlihatkan sejumlah massa aksi yang berunjuk rasa meminta agar Putin segera meluncurkan serangan nuklir ke Ibu Kota Washington DC.

Hal ini tentu merupakan kabar buruk bagi warga kita semua yang tinggal di bumi, mengingat efek radiasi berbahaya nuklir yang akan muncul setelahnya.

Dilansir AyoBandung.com dari akun Twitter Julia Davis pada Senin, 14 Oktober 2022. Dalam video tersebut seorang pria terlihat memimpin kerumunan orang di tengah jalan Kota Moskow sambil menyanyikan lagu seruan penyerangan ke Washington DC.

"Serang pusat pengambilan keputusan," teriak pria yang memimpin aksi

Baca Juga: Jungkook BTS Akan Tampil di Pembukaan Piala Dunia 2022, ARMY Fix Bahagia!

Presiden Rusia Vladimir Putin Diminta Segera Lakukan Serangan Nuklir ke Amerika
Presiden Rusia Vladimir Putin Diminta Segera Lakukan Serangan Nuklir ke Amerika (Twitter/@JuliaDavis)

"Di Washington! Sebuah tugas terbang untuk misil Sarmat. Di Washington! Sarmat! AS adalah musuh! Kita akan pergi ke surga sebagai martir. Mereka hanya akan bersuara," lanjut teriak pria tersebut diikuti massa di belakangnya.

Rudal Sarmat yang dikatakan dalam dalam aksi tersebut adalah rudal balistik antar benua (ICBM) RS-28 Sarmat, senjata termonuklir dan dijuluki 'Setan II' yang masuk ke gudang persenjataan Rusia 2018 lalu.

Sementara dalam cuitannya Davis menulis pernyataan "kita akan pergi ke surga sebagai martir" adalah mengacu pada Statement Putin di tahun 2018 usai senjata Setan diperkenalkan.

Aksi demonstran itu terjadi di Kota Moskow pada Minggu, 13 November 2022 waktu setempat.

Halaman:

Editor: Irma Joanita

Sumber: Twitter @JuliaDavis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X