Tragedi Kanjuruhan Telan Korban Ratusan Jiwa, Polri Belum Beri Kesimpulan Soal Gas Air Mata

- Senin, 3 Oktober 2022 | 06:59 WIB
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo tentang kerusuhan di Kanjuruhan saat laga Arema FC melawan Persebaya (Situs/PMJNews)
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo tentang kerusuhan di Kanjuruhan saat laga Arema FC melawan Persebaya (Situs/PMJNews)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Laga Arema FC vs Persebaya menimbulkan jumlah korban yang mati mencapai angka 174 orang sejak artikel ini terbit.

Dalam tragedi Kanjuruhan, Polri belum dapat menyimpulkan peristiwa dugaan adanya kecerobohan yang dibuat oleh anggotanya.

Dugaan kecerobohan ini berkaitan dengan penggunaan gas air mata dalam membubarkan oknum massa di stadion Kanjuruhan hingga rusuh.

Baca Juga: Terbaru! Daftar Nama Korban Kanjuruhan Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Ada Anak-anak Hingga Dewasa

Padahal secara aturan yang berlaku, penggunaan gas air mata dalam pertandingan sepak bola tidak diperbolehkan FIFA selaku federasi sepak bola dunia.

Lalu ada penjelasan dari Irjen Pol Dedi Prasetyo selaku Kepala Divisi Humas Polri bahwa dugaan seputar pelanggaran gas air mata itu tidak serta merta dibuat kesimpulan.

Pihak kepolisian akan terus mengevaluasi bagaimana proses pengamanan yang diberikan sejak laga Arema FC vs Persebaya bergulir di Kanjuruhan.

“Dievaluasi dulu, jadi kita tidak buru-buru menyimpulkan,” kata dia pada Minggu, 2 Oktober 2022.

Baca Juga: Video La Liga Spanyol Turut Berduka Cita Atas Tragedi Kanjuruhan, Heningkan Cipta untuk Sepak Bola Indonesia

Halaman:

Editor: Mutiara Rizka Maulina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Guru dan Nakes Diburu Lowongan CPNS 2023, Siap-siap!

Jumat, 2 Desember 2022 | 06:01 WIB
X