Selamat! Gaji Petugas Pemilu Naik, Segini Honor Ketua dan Anggota KPPS di Pemilu 2024

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:30 WIB
Jelang Pemilu 2024, KPU resmi mengumumkan gaji petugas pemilu yakni ketua dan anggota KPPS naik. Berapa besarannya? Simak di sini. (KPU Kab. Bulukumba)
Jelang Pemilu 2024, KPU resmi mengumumkan gaji petugas pemilu yakni ketua dan anggota KPPS naik. Berapa besarannya? Simak di sini. (KPU Kab. Bulukumba)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Jelang Pemilu 2024 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi mengumumkan, bahwa gaji petugas pemilu yakni ketua dan anggota KPPS naik. Berapa besarannya? Simak di sini.

Keputusan honor atau bayaran petugas Pemilu 2024 naik telah tertuang dalam Surat Kementerian Keuangan Nomor S-647/MK.02/2022 tanggal 5 Agustus 2022, perihal Satuan Biaya Masukan Lainnya (SBML) untuk Tahapan Pemilihan Umum dan Tahapan pemilihan.

Kenaikan gaji ini berlaku untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih), Panitia Pemungutan Luar Negeri (PPLN), serta Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN).

Baca Juga: Rumor Beredar Gaji PNS Naik 5 Persen Agustus 2022? CATAT PP Presiden Terbaru Terkait HAL INI

Ketua KPU Hasyim Asy'ari mengungkapkan, ada kenaikan yang relatif besar pada pemilu 2024 mendatang, di mana pada pemilu 2019 honor Ketua KPPS mulai Rp550 ribu, kini menjadi Rp1,2 juta.

Selain petugas KPPS, Hasyim juga merinci kenaikan honor bagi petugas pemilu lainnya. misalnya, Ketua PPK yang mendapatkan honor menjadi Rp2,5 juta. Sementara anggota PPK mendapatkan honor Rp2,2 juta. 

Di mana sebelumnya, Ketua PPK pada Pemilu 2019 hanya mendapatkan Rp1,8 juta dan pada pemilu 2020 mendapatkan Rp2,2 juta.

Baca Juga: Gaji PNS TIDAK NAIK 5 Persen Agustus 2022? Ungkap Tuntas PP Presiden Tunggu 16 Agustus

Sementara itu, Komisioner KPU Yulianto Sudrajat menyampaikan, pemerintah juga telah menetapkan satuan biaya untuk perlindungan kerja bagi petugas badan ad hoc.

Rinciannya, santunan bagi yang meninggal dunia sebesar Rp36 juta perorang. Bagi cacat permanen Rp3,8 juta perorang, luka berat Rp16,5 juta perorang, luka sedang Rp8,2 juta perorang. Selain itu, ada juga bantuan biaya pemakaman sebesar Rp10 juta perorang.

Halaman:

Editor: Isabella Nilam Mentari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Merek Interior Nasional Kantongi Sertifikat TKDN

Selasa, 4 Oktober 2022 | 17:05 WIB
X