Hukum Menggabung Puasa Asyura dan Puasa Qodho, Simak Penjelasan Ustadz Abdul Somad!

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 16:13 WIB
Hukum Menggabung Puasa Asyura dan Puasa Qodho, Simak Penjelasan Ustadz Abdul Somad (Pixabay/John Peter)
Hukum Menggabung Puasa Asyura dan Puasa Qodho, Simak Penjelasan Ustadz Abdul Somad (Pixabay/John Peter)

 

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Apa hukum menggabung puasa Asyura dengan puasa qadha? Simak penjelasan dalam artikel berikut ini.

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang Allah muliakan selain Zulqaidah, Zulhijah dan Rajab.

Pada bulan ini dianjurkan untuk memperbanyak amalan kebaikan salah satunya, puasa Tasua dan Asyura.

Lalu muncul pertanyaan apakah boleh puasa Asyura digabungkan dengan puasa qadha? Sebelum mengetahui jawabannya, simak terlebih dahulu informasi di bawah ini.

Baca Juga: Tujuan Puasa Tasua di Bulan Muharram, Benarkah untuk Membedakan Umat Islam dengan Kaum Yahudi?

Puasa Muharram merupakan sunnah dan lebih utama dari puasa di bulan Sya'ban. Hal ini tertuang dalam hadist riwayat Muslim.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim).

Halaman:

Editor: Mutiara Rizka Maulina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X