Sejarah Kebun Binatang Bandung dari Zaman Kolonial Belanda, Sempat Terbengkalai Menjadi Hutan!

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 15:54 WIB
Kebun Binatang Bandung, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis, 26 Mei 2022.  (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Kebun Binatang Bandung, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis, 26 Mei 2022. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kebun Binatang Bandung merupakan salah satu destinasi wisata edukasi yang terkenal bagi wisatawan. Dengan beragam flora dan fauna, banyak orang tua menjadikan lokasi ini sebagai tempat wisata favorit untuk dikunjungi kala libur akhir pekan ataupun musim libur sekolah.

Terletak di Kecamatan Coblong, kawasan ini berbatasan langsung dengan kawasan hutan kota Babakan Siliwangi yang membuat suasana sejuk dan alami menemani pengunjung yang berkeliling sembari melihat satwa unik dan dilindungi yang ada di Kebun Binatang Bandung.

Namun tahukah anda bahwa Kebun Binatang Bandung memiliki sejarah panjang? Taman konservasi satwa seluas hampir 14 hektar ini ternyata sudah ada sejak jaman kolonial Belanda yang pada satu masa diwariskan ke salah satu saudagar asal Kota Bandung, Raden Ema Bratakoesoema.

Penasaran dengan sejarahnya? berikut rangkuman yang dibuat Ayobandung.com kala berbincang dengan Sejarawan sekaligus Dosen Pendidikan Sejarah Sekolah Pascasarjana UPI dan Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Leli Yulifar beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Soal Bukti Bayar Sewa Lahan Kebun Binatang Bandung, Pemkot Balas Tantangan YMT

Kebun Binatang Bandung Berdiri Sejak Zaman Kolonial Belanda

Cerita dimulai pada tahun 1900, Bupati R.A.A. Martanegara mendirikan Kebun Binatang di Cimindi. Sementara itu, sejumlah pecinta satwa mendirikan Kebun binatang di Bukit Dago. Sejarah mencatat, 1 April 1906 Bandung menjadi gemeente (kotapraja) yang dipimpin seorang walikota (Burgermaster).

"Jadi, Kota Bandung itu awalnya desa kecil dan dikhususkan untuk menjadi Enwester Envlape atau hunian untuk para orang Eropa. Sehingga mereka (Belanda) memimpikan Kota Bandung itu menjadi seperti kota yang ada di Eropa," ujar Leli kepada Ayobandung.com saat berbincang di salah satu rumah makan, Rabu, 3 Agustus 2022.

Kemudian, pada tahun 1920 Berdiri Bandoeng Vooruit (Bandung Maju) yakni perkumpulan swasta yang menjadi partner pemerintah dalam menata gemeente khusus di bidang pariwisata, yang terdiri dari orang-orang Belanda.

Halaman:

Editor: Mutiara Rizka Maulina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Jejak Sejarah Bung Karno di Kota Bandung

Senin, 6 Juni 2022 | 17:04 WIB

Esai Sunda: KAKAREN LEBARAN

Jumat, 6 Mei 2022 | 07:24 WIB

Sastra Sunda: NYAI MERTASINGA

Sabtu, 23 April 2022 | 14:08 WIB

Berziarah ke Makam Sembah Dalem Wirasuta Cimahi

Senin, 7 Maret 2022 | 19:24 WIB

Sejarah Jalan Braga di Kota Bandung

Jumat, 18 Februari 2022 | 13:57 WIB
X