Perokok di Bawah Umur Alami Kenaikan, Kepala BKKBN Minta Keluarga Lakukan Hal Ini

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 11:52 WIB
Ilustrasi remaja memotong rokok (Pixabay/HansMartinPaul)
Ilustrasi remaja memotong rokok (Pixabay/HansMartinPaul)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Tobacco Control Support Center (TCSC) IAKMI, dr. Sumarjati Arjoso mengatakan, jumlah perokok pada anak di bawah 18 tahun jumlahnya terus naik sepanjang periode 2013-2019.

Jumlah perokok anak setiap tahunnya di Indonesia terus meningkat.

Berdasarkan data Global Youth Tobacco Survey, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes, dan Sentra Informasi Keracunan Nasional (Sikernas) BPOM menyatakan, ada tiga dari empat orang mulai merokok di usia kurang dari 20 tahun.

Pada 2013 prevalensi perokok anak mencapai 7,20 persen dan kemudian naik menjadi 8,80 persen pada 2016

Berikutnya angka perokok mencapai 9,10 persen pada 2018 dan sebanyak 10,70 persen pada 2019.

Baca Juga: Penerima BLT Minyak Goreng di KBB Diminta Tak Pakai Uang Bantuan untuk Beli Rokok

Jika tidak dikendalikan, menurut Sumarti, prevalensi perokok anak akan meningkat hingga 16 persen pada 2030.

"Kami audiensi ke BKKBN bertemu Pak Hasto ingin mendapatkan masukan, karena seperti kita ketahui prevalensi tembakau pada anak remaja sulit sekali untuk dikendalikan," ujar Sumarjati di Jakarta, Jumat 5 Agustus 2022.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mendukung penuh upaya IAKMI dalam menekan prevalensi perokok pada anak.

Halaman:

Editor: Mutiara Rizka Maulina

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Alasan Harta Ferdy Sambo tak Tercatat di LKHPN

Senin, 15 Agustus 2022 | 14:05 WIB
X