Sri Lanka Perpanjang Status Situasi Darurat dan Tangkap 2 Aktivis Pemimpin Protes

- Kamis, 28 Juli 2022 | 12:27 WIB
Ilustrasi sistuasi darurat di Sri Lanka (Pixabay/Kevin_Snyman)
Ilustrasi sistuasi darurat di Sri Lanka (Pixabay/Kevin_Snyman)

KOLOMBO, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Sri Lanka memperpanjang situasi darurat guna memulihkan ketertiban negara dari protes massa.

Usai parlemen menetapkan perpanjangan situasi darurat, dua orang aktivis pemimpin aksi protes massa yang menggulingkan presiden Sri Lanka ditangkap.

Penangkapan dua aktivis tersebut dilakukan pada Rabu 27 Juli 2022 kemarin.

Sebelumnya, mantan presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa melarikan diri ketika puluhan ribu pengunjuk rasa menyerbu kediamannya di ibu kota Kolombo.

Para pengunjuk rasa marah dengan krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara pulau itu.

Ia kemudian terbang ke Maladewa, kemudian Singapura dan mengajukan pengunduran dirinya.

Baca Juga: Militer Sri Lanka Kuasai Sekretariat Presiden dan Hancurkan Tenda Para Pengunjuk Rasa

Sementara penggantinya, Ranil Wickremesinghe menyatakan situasi darurat dan bersumpah akan bertindak keras terhadap para pembuat onar.

Dilansir dari Republika, Kamis 28 Juli 2022 polisi mengatakan, bahwa pihaknya telah menangkap aktivis Kusal Sandaruwan dan Weranga Pushpika atas tuduhan pergerakan massa yang melanggar hukum.

Halaman:

Editor: Mutiara Rizka Maulina

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X