Sesalkan Kasus Perundugan hingga Meninggalnya Bocah SD di Tasikmalaya, Kemendikbudristek Akan Usut Tuntas

- Jumat, 22 Juli 2022 | 14:02 WIB
Ilustrasi perundungan berbasis digital (Pixabay/Elf-Moondance)
Ilustrasi perundungan berbasis digital (Pixabay/Elf-Moondance)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Salah seorang siswa SD di Tasikmalaya dikabarkan meninggal dunia diduga akibat depresi.

Kabar meninggalnya bocah SD tersebut sempat membuat warganet heboh dan menarik simpati publik.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyesalkan dan berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya seorang siswa SD akibat perundungan di Tasikmalaya.

Plt Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbudristek, Anang Ristanto menyampaikan, pihaknya akan mengusut kasus ini.

Baca Juga: Tunjangan Sertifikasi Guru 2022 Tidak Dihapus Oleh Kemendikbud, Jika Menerapkan Hal Ini!

Kemendikbudristek akan berkoordinasi dengan pemda terkait dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk mengusut dan menangani kasus ini,” kata Anang dikutip dari Republika Jumat 22 Juli 2022.

Anang menyampaikan pihaknya akan berkolaborasi dengan lembaga-lembaga terkait dan semua lapisan masyarakat, untuk mencegah berulangnya kasus-kasus perundungan di kalangan peserta didik.

Kemendikbudristek juga berkomitmen mewujudkan satuan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Komitmen tersebut bakal dicapai dengan mendorong semua sekolah mengimplementasikan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Halaman:

Editor: Mutiara Rizka Maulina

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X