Militer Sri Lanka Kuasai Sekretariat Presiden dan Hancurkan Tenda Para Pengunjuk Rasa

- Jumat, 22 Juli 2022 | 09:06 WIB
Ilustrasi kericuhan atau kerusuhan sosial di Sri Lanka (Pixabay/Fajrul_Falah)
Ilustrasi kericuhan atau kerusuhan sosial di Sri Lanka (Pixabay/Fajrul_Falah)

KOLOMBO, AYOBANDUNG.COM -- Militer Sri Lanka dikabarkan menguasai sekretariat presiden di ibu kota setelah menyerang para pengunjuk rasa.

Tentara juga menghancurkan tenda di lokasi protes GotaGoGama yang berdekatan.

Termasuk juga menangkap beberapa pemimpin protes dan mengepung daerah itu bersama dengan sekitar 100 pengunjuk rasa.

Serangan militer terjadi beberapa jam setelah para pengunjuk rasa mundur dari kamp di depan Temple Trees.

Yakni kediaman resmi perdana menteri. Para pengunjuk rasa telah mengumumkan rencana mereka untuk mundur dari sekretariat presiden pada 22 Juli.

Baca Juga: Redam Kericuhan Sosial dan Krisis Ekonomi, Presiden Sementara Sri Lanka Tetapkan Status Darurat

“Sekitar tengah malam kami mendengar bahwa pasukan besar militer sedang dalam perjalanan menuju GotaGoGama dan tiba-tiba kami melihat mereka berlari ke sekretariat presiden,” ujar seorang pengunjuk rasa, Nipun Charaka Jayasekara, dikutip dari Republika Jumat 22 Juli 2022.

“Segera setelah itu, mereka mengepung daerah itu dan secara brutal menyerang para pengunjuk rasa yang damai, seolah-olah kami adalah preman," kata Jayasekara.

Jayasekara sendiri menderita luka ringan ketika mencoba melarikan diri dari tindakan keras militer.

Halaman:

Editor: Mutiara Rizka Maulina

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X