Redam Kericuhan Sosial dan Krisis Ekonomi, Presiden Sementara Sri Lanka Tetapkan Status Darurat

- Senin, 18 Juli 2022 | 14:27 WIB
Ilustrasi kericuhan atau kerusuhan sosial di Sri Lanka (Pixabay/Fajrul_Falah)
Ilustrasi kericuhan atau kerusuhan sosial di Sri Lanka (Pixabay/Fajrul_Falah)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Presiden Sementara Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengumumkan keadaan darurat.

Pengumuman tersebut telah disampaikan dalam pemberitahuan pemerintah yang dirilis pada Minggu 17 Juli 2022 malam.

Adapun pemberitahuan pemerintah tersebut berbunyi, 'Adalah bijaksana, demikian untuk dilakukan, demi kepentingan keamanan umum, perlindungan ketertiban umum dan pemeliharaan persediaan dan layanan yang penting bagi kehidupan masyarakat.'

Pemerintahan Wickremesinghe berusaha memadamkan kerusuhan sosial dan mengatasi krisis ekonomi dengan menetapkan kasus tersebut.

Baca Juga: Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa Resmi Mundur, Masyarakat Nyalakan Kembang Api

Anggota Parlemen Sri Lanka bertemu untuk memulai proses pemilihan presiden baru pada Sabtu 16 Juli 2022 lalu dan pengiriman bahan bakar tiba untuk memberikan bantuan kepada negara yang dilanda krisis.

Presiden Sri Lanka yang dilengserkan Gotabaya Rajapaksa telah melarikan diri ke Singapura pekan ini.

Gotabaya Rajapaksa berupaya menghindari pemberontakan rakyat terhadap pemerintahannya. Ia menyatakan telah mengambil semua langkah yang mungkin untuk mencegah krisis ekonomi yang melanda negara itu.

Baca Juga: FKDM Minta Pemprov Jabar Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Krisis Pangan

Halaman:

Editor: Mutiara Rizka Maulina

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X