Memahami Hukum Melaksanakan Aqiqah dan Kurban Menurut Ulama

- Kamis, 7 Juli 2022 | 16:27 WIB
Memahami Hukum Melaksanakan Aqiqah dan Kurban Menurut Ulama (Unplash/Alwi Hafizt)
Memahami Hukum Melaksanakan Aqiqah dan Kurban Menurut Ulama (Unplash/Alwi Hafizt)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Umat Islam akan dihadapkan dengan hari raya Idul Adha, di mana artinya pelaksanaan penyembelihan hewan kurban sebentar lagi akan dilakukan. Namun, hal seperti hukum melaksanakan aqiqah dan kurban kerap masih jadi pertanyaan.

Penyembelihan hewan kurban di hari raya merupakan suatu hal yang disunnahkan, sebagai bentuk ibadah dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT, dalam rangka meneruskan hal yang dilakukan Nabi Ibrahim As. kepada Nabi Ismail As.

Di sisi lain, aqiqah dilakukan untuk menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW untuk anak yang baru lahir. Penyembelihan kambing ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah.

Baca Juga: Salat Idul Adha 2022 di Kota Bandung Boleh Berjemaah dengan Kapasitas Masjid 100 Persen

Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan pada 10-13 Dzulhijjah sedangkan aqiqah dianjurkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh atau hari kapan saja ketika merasa mampu. Daging dari kedua tradisi tersebut dibagikan kepada fakir miskin.

Lalu, bagaimana hukum melaksanakan aqiqah dan kurban? Berikut ulasan dan penjelasan menurut islam dan para ulama:

Hukum Melaksanakan Kurban

Berbeda dengan hukum aqiqah yang menuai perbedaan pendapat dari para ulama, hukum melaksanakan kurban disepakati sebagai sunnah muakkadah artinya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Bahkan wajib bagi yang mampu.

Abu Hurairah dalam hadisnya berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barang siapa yang telah memiliki kelapangan (rezeki) dan tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR Ibnu Majah)

Halaman:

Editor: Dina Miladina Dewimulyani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4 Amalan Ibadah Terbaik di Bulan Muharram

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:24 WIB
X