Ritual Buang Kepala Kerbau di Hari Jadi Cianjur 345, Apa Kata Bupati?

- Rabu, 6 Juli 2022 | 15:48 WIB
Bupati Cianjur Herman Suherman. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)
Bupati Cianjur Herman Suherman. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM — Ritual buang kepala kerbau di pesisir pantai Cianjur Selatan pada peringatan Hari Jadi Cianjur 345 memicu kontroversial. Hal tersebut dinilai melenceng dari ajaran agama Islam.

Bupati Cianjur H Herman Suherman menegaskan, tidak ada lagi kegiatan ritual buang kepala kerbau ke laut pantai Selatan, lantaran termasuk perbuatan musrik dan tidak ada dalaman ajaran agama Islam.

“Tidak ada ritual seperti itu, termasuk musrik,” kata Herman Suherman kepada wartawan, Rabu, 6 Juli 2022.

Baca Juga: Kerbau di Cicalengka Tahun 1880-1900

Ritual buang kepala kerbau yang merupakan kebiasaan masyarakat pesisir laut selatan atau Samudera Hindia, sudah tidak dilakukan saat peringatan Hari Jadi Cianjur.

“Itu kan tradisi dulu yang sudah tidak dilakukan masyarakat saat ini, meski tujuannya untuk tolak bala dan lain sebagainha,” tuturnya.

Camat Sindangbarang Indra Sunggara membenarkan pernyataan Bupati Cianjur yang meniadakan tradisi buang kepala kambing saat peringatan hari jadi Cianjur.

Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Pencurian Kerbau yang Disembelih di Kebun

“Sebenarnya masyarakat sudah meninggalkan tradisi itu, karena memamg dilarang agama,” kata Indra.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Petani di Cianjur Hilang Misterius di Lapang Bola

Rabu, 28 September 2022 | 18:26 WIB

Ibu Gantung Diri di Cianjur Saat Anak Bungsu Minta Susu

Senin, 26 September 2022 | 20:27 WIB

Ridwan Kamil Diyakini Akan Tetap Melaju Jadi RI 1

Senin, 26 September 2022 | 20:15 WIB
X