MUI Cianjur Sebut Penggunaan Ganja untuk Medis Perlu Kajian Mendalam

- Kamis, 30 Juni 2022 | 21:04 WIB
MUI Cianjur menegaskan soal ganja untuk keperluan medis tidak bisa tergesa-gesa, karena diperlukan kajian lebih mendalam. (Pixabay)
MUI Cianjur menegaskan soal ganja untuk keperluan medis tidak bisa tergesa-gesa, karena diperlukan kajian lebih mendalam. (Pixabay)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cianjur menegaskan soal ganja untuk keperluan medis tidak bisa tergesa-gesa, karena diperlukan kajian lebih mendalam.

“Semuanya harus dikaji secara mendalam, karena banyak pertimbangan,” tutur Ketua MUI Cianjur KH Abdul Rouf, Kamis, 30 Juni 2022.

Pernyataan K.H. Abdul Rouf tersebut menanggapi pro dan kontra mengenai ganja akan terus menjadi perbincangan bagi masyarakat. 

Hal tersebut santer terdengar setelah Wakil Presiden Indonesia Ma'ruf Amin meminta fatwa terkait ganja untuk medis kepada MUI pusat. 

Baca Juga: Polres dan Perhutani Cianjur Telusuri Kemungkinan Ada Ladang Ganja Lain di Gunung Karuhun

“Terkait keperluan ganja untuk medis dapat termasuk hukum kedaruratan di dalam agama Islam,” ucapnya.

Pertanyaannya, kata K.H. Abdul Rouf, apakah betul itu satu-satunya obat yaitu ganja yang dikategorikan sebagai barang haram untuk digunakan keperluan medis

Baca Juga: Temuan Ladang Ganja di Cianjur, Perhutani Sebut Sebagiannya di Kawasan Hutan

"Kajian tidak secara agama saja, sisi medis pun seorang dokter juga kan dikaji dahulu, belum ada pernyataan menjadi satu-satunya obat menggunakan ganja untuk salah satu penyakit dan itu pasti MUI akan mengkaji," tandasnya. [*]

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ada Kades di Cianjur Dituntut Mundur Warganya

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:38 WIB
X