Syarat Hewan Kurban yang Bisa Disembelih Menurut Aturan Menag di Tengah Wabah PMK

- Rabu, 29 Juni 2022 | 11:06 WIB
Ilustrasi. Berikut syarat hewan kurban yang bisa disembelih menurut Menag di tengah wabah PMK untuk sambut Idul Adha 2022.  (Pixabay)
Ilustrasi. Berikut syarat hewan kurban yang bisa disembelih menurut Menag di tengah wabah PMK untuk sambut Idul Adha 2022. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Bersiap sambut Idul Adha 2022, simak berikut syarat hewan kurban yang bisa disembelih menurut Menteri Agama ditengah wabah PMK

Umat muslim sebentar lagi akan menyabut Hari Raya Idul Adha. Momen Idul Adha pada umumnya identik dengan penyembelihan hewan kurban seperti sapi atau kambing

Namun, kini di Indonesia tengah merebak wabah Penyakit mulut dan kuku (PMK).  Kondisi tersebut tentu membuat masyarakat merasa resah, pasalnya sebentar lagi umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha. 

Baca Juga: Hukum Kurban Sapi Terinfeksi PMK Untuk Idul Adha, Halal atau Haram? Ini Kata MUI

Berkaitan dengan perayaan Idul Adha di tengah sedang merebaknya PMK, Menag pun akhirnya menerbitkan panduan penyelenggaraan Salat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi. 

“Ini panduan bagi masyarakat dalam menyelenggarakan Salat Hari Raya Idul Adha dengan memperhatikan protokol kesehatan dan melaksanakan ibadah kurban dengan memperhatikan kesehatan hewan kurban sebagai upaya menjaga kesehatan masyarakat,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. 

Dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 10 Tahun 2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi, ditegaskan bahwa menyembelih hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 2022 bagi umat islam hukumnya sunnah muakkad. 

Baca Juga: Antisipasi Penyebaran PMK Jelang Idul Adha, Pemkot Bandung Terjunkan Satgas Hewan Kurban

Maka daripada itu, Menag mengimbau kepada umat islam untuk tidak memaksakan diri berkurban pada masa wabah Penyakit Mulut dan Kuku serta dianjurkan agar umat islam untuk membeli hewan kurban yang sehat dan tidak cacat. 

Adapun untuk umat islam yang berniat berkurban dan berada di daerah wabah atau terluar dan daerah terduga PMK, Menteri Agama mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH) atau menitipkan pembelian, penyembelihan, dan pendistribusian hewan kurban kepada Badan Amil Zakat, Lembaga Amil Zakat atau lembaga lainnya yang memenuhi syarat. 

Halaman:

Editor: Isabella Nilam Mentari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Merek Interior Nasional Kantongi Sertifikat TKDN

Selasa, 4 Oktober 2022 | 17:05 WIB
X