Ini Alasan BPJS Kesehatan Hapus Kelas 1-3 Pada Juli 2022, Berapa Iuran Barunya?

- Selasa, 28 Juni 2022 | 10:08 WIB
Ini Alasan BPJS Kesehatan Hapus Kelas 1-3 Pada Juli 2022, berapa Iuran barunya? (bpjs-kesehatan.go.id)
Ini Alasan BPJS Kesehatan Hapus Kelas 1-3 Pada Juli 2022, berapa Iuran barunya? (bpjs-kesehatan.go.id)

 

 
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Tingkatan layanan kesehatan kelas 1-3 resmi akan dihapus. Apa alasan BPJS Kesehatan hapus program tersebut? simak selengkapnya di sini.
 
Diberitakan sebelumnya, pihak BPJS Kesehatan akan menghapus tingkatan kelas yang selama ini dimanfaatkan oleh masyarakat dan akan diganti dengan program Kelas Standar atau Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
 
Rencananya, program Kelas standar ini akan diterapkan pada 1 Juli mendatang, bertepatan dengan dihapusnya layanan kesehatan kelas 1 -3.
 
 
Namun sebagai langkah awal, penerapan program kelas standar ini akan dijalankan di beberapa rumah sakit saja.
 
Diketahui tahun ini, hanya diterapkan pada 18 rumah sakit vertikal, selanjutnya di tahun 2023 penarapan kelas standar atau KRIS dilakukan secara bertahap di rumah sakit lainnya, dan pada 2024 penerapan Kelas Standar akan dioptimalkan berjalan di seluruh rumah sakit yang ada.
 
Perlu dicatat, kelas BPJS Kesehatan yang dihapus itu hanya berlaku untuk yang rawat inap. Sementara bagi yang rawat jalan, akan normal seperti biasanya.
 
Lalu apa alasan BPJS Kesehatan hapus layanan kelas 1-3?
 
Penghapusan kategori kelas ini tertuang dalam Undang-undang Sistem Jaminan Sosial (SJSN) Pasal 23 (4), terkait peserta yang membutuhkan rawat inap di rumah sakit, maka akan diberikan "kelas standar".
 
 
Di samping itu, pihak BPJS Kesehatan menyebut, pemberlakuan kelas standar atau KRIS JKN ini guna memenuhi mutu standarisasi layanan dan prinsip ekuitas.
 
Artinya, setiap masyarakat atau peserta BPJS Kesehatan berhak mendapatkan pelayanan secara merata.
 
Berapa Iuran Baru BPJS Kesehatan?
 
Secara resmi, pihak BPJS kesehatan belum mengumumkan berapa iuran baru yang harus dibayakan masyarakat tiap bulannya.
 
Namun diketahui, untuk para pekerja, iuran baru BPJS Kesehatan ini akan disesusaikan dengan besaran gaji yang diterima.
 
Jadi, peserta BPJS Kesehatan dengan gaji yang lebih tinggi, maka akan membayar iuran lebih besar. Sedangkan pekerja dengan gaji yang lebih kecil, maka akan mendapat iuran lebih kecil.
 
Rencana pnerapan pembayaran iuran baru BPJS Kesehatan ini, sesuai dengan prinsip gotong royong. Dalam hal ini, pihak BPJS Kesehatan juga akan berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan.
 
 
Setelah melakukan konsultasi, beberapa langkah akan mulai dijalankan di tahun ini. bila sesuai rencana, maka akan di mulai pada 1 Juli mendatang.
 
Salah satunya adalah dengan melakukan uji coba penerapan kelas standar di beberapa rumah sakit. Rumah Sakit yang terpilih ini dinilai paling siap untuk menerapkan kelas tunggal atau kelas standar tersebut.
 
Sekadar diketahui, per Januari 2021 iuran BPJS Kesehatan Kelas III, peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri telah mengalami kenaikan. 
 
Adapun iuran yang berlaku saat ini ialah Rp 42.000 per bulan, namun pemerintah beri subsidi sebesar Rp 7.000 per peserta. 
 
Jadi, peserta PBPU Kelas III BPJS Kesehatan harus membayar Rp 35.000 tiap bulan, naik Rp 9.500 dari sebelumnya yang hanya Rp 25.500 per bulan.
 
 
Sementara untuk Kelas I Rp 150.000 per bulan dan Kelas II Rp 100.000 per bulan.
 
Demikian artikel mengenai alasan BPJS Kesehatan hapus tingkatan layanan kelas 1-3 dan berapa iuran baru BPJS Kesehatan.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X