Sebut Penistaan Agama Bukan Tanggung Jawab Tim Kreatif, Ketua GMPI Minta Manajemen Holywings Ditindak

- Senin, 27 Juni 2022 | 15:15 WIB
Aksi Damai Ormas GMPI Kabupaten Bekasi. (Abah Widhy)
Aksi Damai Ormas GMPI Kabupaten Bekasi. (Abah Widhy)

JAKARTA, AYOBANDUNG -- Enam orang pegawai Holywings yang bekerja di kawasan BSD ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian, setelah sebelumnya berstatus sebagai saksi. 

Perubahan status terhadap enam orang Tim Kreatif Hollywings itu mendapatkan respon pro dan kontra dari masyarakat. Salah satunya adalah Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI). 

Ketua Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) DKI Jakarta Islahuddin menilai promosi penistaan agama bukan tanggung jawab tim kreatif. Apalagi pegawai yang bekerja sebagai admin medsos. 

Baca Juga: Buntut Promo Holywings Gratis Minol, GP Anshor Desak Gubernur DKI Jakarta Lakukan Penutupan

Menurutnya, yang layak menjadi tersangka dan dipenjara adalah jajaran manajemen Holywings. Islahuddin meyakini, jika tim kreatif hanya menjalankan perintah dan kebijakan yang sudah ditetapkan. 

“Tim kreatif kami yakin hanya menjalankan perintah dan kebijakan yang sudah ditetapkan manajemen Holywings,” ujar Islahuddin seperti yang dikutip dari Republika.co.id Senin (27/6/2022). 

Ia menyebutkan, jika sebuah promosi merupakan proses lanjutan dari kebijakan yang sudah ditetapkan. Dimana langkah tersebut, juga ditindaklanjuti dengan proses lainnya. 

Misalnya saja promo Holywings memberikan minuman beralkohol gratis bagi pengunjung yang bernama Muhammad dan Maria. Tindak lanjut itu sudah pasti direstui oleh pengelola, sebab sudah dibicarakan dan disepakati bersama.

Baca Juga: Sayangkan Kasus Promo Holywings, Wamenag Apresiasi Kerja Cepat Aparat Kepolisian

Halaman:

Editor: Mutiara Rizka Maulina

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BSU 2022 Tentu Cair! Penerima Wajib Lakukan 2 Hal Ini

Jumat, 12 Agustus 2022 | 08:49 WIB
X