Renungan Harian Katolik Sabtu 25 Juni 2022 Hari Raya Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria

- Jumat, 24 Juni 2022 | 16:21 WIB
Renungan Harian Katolik Sabtu 25 Juni 2022 Hari Raya Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria (Unsplash)
Renungan Harian Katolik Sabtu 25 Juni 2022 Hari Raya Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria (Unsplash)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Berikut Renungan Harian Katolik hari ini Sabtu 25 Juni 2022 peringatan hari raya hati tak bernoda Santa Perawan Maria.

Bacaan Injil harian untuk bahan renungan katolik Sabtu 25 Juni 2022 diambil dari Injil Lukas 2:41-51 yang mengisahkan Yesus pada umur dua belas tahun dalam bait Allah.

Berikut Renungan Harian Katolik misa hari raya hati tak bernoda Santa Perawan Maria 2022:
 
Baca Juga: Pengadaan Interior Ruang Kerja Bupati Bandung Dianggap dalam Pengawasan Lemah

Bacaan Injil hari ini kita semua yang telah membaca atau mendengarkan perikop suara injil ini, kembali berjumpa dengan keluarga kudus, yaitu keluarga dari Nazaret.

Keluarga kudus dari Nazaret itu akan memberikan kita tentang sebuah teladan yang mencakup tentang kesalehan yang luar sebab mereka harus berjalan dari Nazaret ke Yerusalem menempuh jarak sangat jauh, yaitu seratus lebih kilometer.

Dengan jarak seperti ini maka dibutuhkan sekurang-kurangnya sepuluh hari untuk pergi dan pulang ke Yerusalem di luar hari-hari suci di Yerusalem.

Injil hari ini menggambarkan keluarga kudus yang bukan saja sebagai keluarga yang harmonis.

Namun lebih dari itu, yakni sebuah keluarga saleh yang juga mengalami ketegangan dan salah pengertian satu sama lain.

Dikisahkan, pada hari kedelapan mereka sudah mempersembahkan Yesus ke dalam Bait Allah, sudah diterima oleh Simeon dan Hana.

Simeon sangatlah bersukacita ketika saat bertemu dengan sang Mesias Anak Allah.

Simeon juga melihat masa depan Yesus sebagai pribadi yang ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang Israel dan menjadi tanda perbantahan.
 
Baca Juga: 2 LINK Live Streaming Dewa United vs Persis Solo Hari Ini 16.00 WIB Piala Presiden 2022

Sedangkan bagi Maria ibu Yesus, Simeon mengatakan bahwa suatu pedang akan menembus jiwanya (Luk 2:21-35).

Tetapi kali ini mereka sekiranya tidak menyadari persembahan Yesus kepada Tuhan pada usia delapan hari, 12 tahun sebelumnya maka mereka pun cemas mencari Yesus.

Ketika menemukanNya mereka mengungkapkan kecemasan mereka dengan berkata, “Anak mengapa Engkau melakukan itu terhadap kami? Ayahmu dan aku cemas mencari Engkau?”

Di pihak Yesus, Ia mengetahui diriNya sebagai Anak Allah maka ia juga merasa sedang berada di tempat yang cocok.

Ia berada di tengah-tengah orang pandai dan bijak. Ia sebagai sebagai seorang Anak berusia 12 tahun tetapi memiliki hikmat dan pengertian yang mendalam.

Ia merasa telah diserahkan kepada Allah maka Ia memilih tinggal di mana Ia harus berada dan dalam urusan BapaNya.
Maka Ia juga menjawab dengan tepat identitasNya kepada Maria dan Yusuf bahwa Dialah Anak Allah.
 
Baca Juga: Poco F4 Resmi Rilis, Spesifikasi Keren Segini Harganya  

Relasi Yesus dengan Maria dan Yusuf pun tidak putus karena Ia taat kepada Bapa dan hidup sebagai seorang Anak dalam asuhan Maria dan Yusuf.

Terlepas dari pemahaman teologis dan biblis seperti ini, Maria dan Yusuf tetaplah inspirator dalam parenting.

Sebagai orang tua mereka memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mendidik anak.

Mereka memiliki kecemasan tertentu dan mencari serta menemukan Anak mereka.

Yusuf dan Maria memiliki sikap yang positif dan kiranya menggerakkan hati banyak orang tua untuk cemas mencari dan menemukan anak mereka yang sulit diatur dan menjadikan mereka anak-anak Allah.

Apa yang bisa kita ambil dari kisah injil harian hari ini dalam Renungan Harian Katolik kita pada Sabtu 25 Juni 2022 ini?

Pertama, hendaknya sebagai keluarga kristen harus menjadi keluarga yang saleh seperti keluarga kudus Nazareth.

Kedua, hendaklah kita harus bisa menjadi orang tua yang menjadi pendidik ulung. Yusuf dan Maria cemas mencari Yesus di Yerusalem. Mereka adalah pendidik ulung bagi Yesus. Hana dan Elkana adalah orang tua yang menjadi pendidik ulung bagi Samuel.
 
 
Ketiga, Yesus adalah inspirator bagi anak-anak. Yesus menyadari diriNya sebagai Anak Allah dan cara ia menjawab Maria dan Yusuf kedengaran seolah-olah Ia melawan orang tuaNya.

Yesus melakukan hal yang benar karena Dia adalah Tuhan. Tetapi hal yang patut diikuti oleh anak-anak adalah ketaatanNya.

Ia taat pada Bapa di Surga tetapi tetap dalam asuhan Maria dan Yusuf.

Demikian Renungan Harian Katolik hari ini Sabtu 25 Juni 2022 peringatan hari raya hati tak bernoda Santa Perawan Maria dari Injil Lukas 2:41-51 yang mengisahkan Yesus pada umur dua belas tahun dalam bait Allah.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Daftar 42 Tunjangan PNS yang Naik Tahun 2022

Selasa, 9 Agustus 2022 | 20:26 WIB
X