Sapi Perah Diprioritaskan untuk Selamat dari PMK, akibat Vaksin Terbatas di Jawa Barat

- Jumat, 24 Juni 2022 | 14:08 WIB
Akibat keterbatasan jumlah vaksin PMK yang didapat, prioritas distribusi vaksin akan diarahkan ke sentra-sentra sapi perah di Jawa Barat. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Akibat keterbatasan jumlah vaksin PMK yang didapat, prioritas distribusi vaksin akan diarahkan ke sentra-sentra sapi perah di Jawa Barat. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)

Akibat keterbatasan jumlah vaksin PMK yang didapat, prioritas distribusi vaksin akan diarahkan ke sentra-sentra sapi perah di Jawa Barat.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Provinsi Jawa Barat mendapat tambahan dosis vaksin untuk mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) dari Kementerian Pertanian sekitar 119.000 dosis.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar M Arifin Soedjayana mengatakan, pihaknya sebelumnya sudah mendapatkan 1.600 dosis vaksin dan sudah didistribusikan ke kabupaten/kota di Jabar, termasuk ke Tanjungsari, Kabupaten Sumedang ketika Gubernur Jabar turut menyuntikkan vaksin pada sapi di sana.

"Kemudian hari ini sudah di perjalanan malah mungkin sudah datang 119.000 dosis vaksin. Jadi bakal ada 120.000 dosis vaksin PMK di Jabar. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota, kemudian akan didistribusikan mulai besok agar mereka langsung melakukan vaksinasi," ujar Arifin usai melepas Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis, 23 Juni 2022.

Menurut Arifin, dengan keterbatasan jumlah vaksin yang didapat, pihaknya akan memprioritaskan distribusi vaksin ke sentra-sentra sapi perah di Jabar. Itu karena PMK sangat memengaruhi produktivitas sapi perah.

Baca Juga: Ternak Terjangkit PMK Bakal Dimusnahkan, Pemerintah Siapkan Ganti Rugi Rp10 Juta

Adapun sentra-sentra sapi perah di Jabar, di antaranya Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Bogor.

"Nah itu yang sentra-sentra sapi perah di Jabar yang tergabung kepada Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI). Kita juga menggandeng mereka untuk pelaksanaan vaksinnya karena harus langsung di-upload ke sistem informasi kesehatan hewan nasional (iSIKHNAS)," lanjut Arifin.

Dalam iSIKHNAS, kata Arifin, data sapi yang telah tervaksin akan terlihat di dashboard berdasarkan nomor induk kependudukan pemilik sapi tersebut.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 Jemaah Haji Asal Jabar Meninggal Dunia

Kamis, 30 Juni 2022 | 13:59 WIB
X