Tunjangan Sertifikasi Guru Dihapus Karena Apa? Cek Penyebab dan Alasannya di Sini!

- Kamis, 23 Juni 2022 | 18:30 WIB
Tunjangan sertifikasi guru dihapus karena apa? Cek penyebab dan alasannya di sini. (Pixabay)
Tunjangan sertifikasi guru dihapus karena apa? Cek penyebab dan alasannya di sini. (Pixabay)

Tunjangan Profesi Guru tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, Serta Tunjangan Kehormatan Profesor.

Sesuai Pasal 1 ayat (4), Tunjangan Profesi Guru adalah tunjangan yang diberikan kepada guru dan dosen yang memiliki sertifikat pendidik sebagai penghargaan atas profesionalitasnya.

Tunjangan Profesi Guru dibayarkan pemerintah dalam sebulan sekali. Besaran Tunjangan Profesi Guru ditetapkan sebesar 1 kali gaji pokok guru PNS sesuai dengan golongannya. Sementara untuk guru non-PNS besarannya merujuk aturan lebih lanjut.

Tunjangan Profesi dibayarkan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterimanya dana Tunjangan Profesi dan Tunjangan Khusus di rekening kas umum daerah.

Baca Juga: Terjadi Pungli PPDB di SMK 5 Bandung, Rp40 Juta Diamankan

Lantas, apa penyebab dan alasan tunjangan sertifikasi guru dihapus?

Ini penyebab dan alasan berdasarkan Permendikbud Nomor 4 Tahun 2022 Pasal 16, Pemerintah Daerah (Pemda) akan menghentikan pembayaran tunjangan profesi guru atau dengan kata lain tunjangan sertifikasi guru dihapus bagi guru PNS di daerah dengan adanya 7 penyebab berikut ini.

  1. Mencapai batas usia pensiun.
  2. Meninggal dunia.
  3. Mengundurkan diri atas permintaan sendiri.
  4. Dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.
  5. Mendapat tugas belajar.
  6. Tidak lagi menduduki jabatan fungsional guru.
  7. Melaksanakan cuti di luar tanggungan negara.

Itu dia beberapa kategori yang tunjangan sertifikasinya dihapus, dan tidak akan lagi mendapatkan tunjangan.

Sekian informasi tunjangan sertifikasi guru dihapus karena apa dan penyebabnya, semoga membantu.***

Halaman:

Editor: Dina Miladina Dewimulyani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X