Renungan Harian Katolik Kamis 23 Juni 2022 Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

- Rabu, 22 Juni 2022 | 20:18 WIB
Renungan harian Katolik untuk Kamis, 23 Juni 2022, ialah peringatan hari raya kelahiran Yohanes pembaptis atau pemandi. (Pixabay/Himsan)
Renungan harian Katolik untuk Kamis, 23 Juni 2022, ialah peringatan hari raya kelahiran Yohanes pembaptis atau pemandi. (Pixabay/Himsan)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Renungan harian Katolik untuk Kamis, 23 Juni 2022, ialah peringatan hari raya kelahiran Yohanes pembaptis atau pemandi.

Bacaan renungan harian Katolik hari ini diangkat dari kisah Injil Luk 1:57-66; 88.

Renungan Katolik hari ini mengisahkan bagaimana ketaatan sebuah keluarga yang melayani Tuhan.

Melalui bacaan injil hari ini, marilah kita sebagai keluarga Kristiani belajar tentang ketaatan sebuah keluarga memenuhi panggilannya bagi Tuhan.

Tuhan memilih keluarga Imam Zakharia untuk menjadi tempat kelahiran Yohanes Pembaptis.

Sebab pada suatu saat nanti, dialah yang merintis jalan bagi kedatangan Yesus, Sang Mesias yang dijanjikan Allah bagi manusia.

Tuhan menganugerahi keluarga ini dengan suatu kemustahilan, sebab ini tentang karya Allah yang Maha Kuasa dan tidak dapat dimengerti dengan ilmu pengetahuan manusia soal eksistensi dan karya perbuatan-Nya.

Baca Juga: Renungan Harian Kristen untuk Kamis 23 Juni 2022 Amsal 18
 
Tuhan mengizinkan Zakharia dan Elisabet, yang sudah tua dan mati haidnya, untuk mempunyai anak.

Anak itulah nanti yang akan menjadi perintis jalan bagi kedatangan Kristus Tuhan Penyelamat kita.

Tugas yang mulia dan berat ada di pundak anak yang dilahirkan dari keluarga yang renta itu.

Tugas yang diberikan Allah kepadanya cukup berat, yaitu untuk memanggil dan memerintahkan bangsa Israel agar kembali kepada jalan Tuhan dan mempersiapkan jalan segala sesuatu menyongsong Mesias.

Sebab saat itu, bangsa ini terkenal sering melawan Tuhan.

Mereka adalah kaum yang enggan mengakui kesalahannya, menyesalinya, dan bertobat.

Dengan demikian, tugas Yohanes Pembaptis nanti sungguh tugas yang berat dan penuh kerja keras.

Tugas seperti inilah yang akan dibebankan kepada anak yang sedang dikandung Elisabet.

Imam Zakharia dan Elisabet bisa saja menolak tugas berat itu.

Namun, mereka membuktikan diri sebagai orang-orang yang taat kepada Tuhan.

Mereka menjunjung tinggi perintah itu. Salah satu bukti ketaatan itu terlihat dalam pemberian nama anak tersebut.

Setelah anak itu lahir, orang tuanya memberinya nama di luar nama marga mereka.

Akan tetapi, mereka memberinya nama sesuai perintah Tuhan melalui malaikat, yaitu Yohanes.

Marilah kita belajar dari ketaatan keluarga sederhana ini, yaitu Elisabet dan Imam Zakharia.

Kisah ketaatan seperti ini sungguh menginspirasi bagi keluarga sekaran ini.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik Kamis 23 Juni 2022: Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Cerita ini mengajak kita agar hidup dalam ketaatan serupa kepada Tuhan Allah.

Secara khusus dalam menyambut dan menerima Tuhan Yesus Kristus dalam hidup kita. Kita dapat mengesampingkan, bahkan menempatkan segala kepentingan lain di bawah ketaatan kepada-Nya.

Demikian renungan harian Katolik Kamis 23 Juni 2022 peringatan hari raya kelahiran Yohanes pembaptis atau pemandi yang diangkat dari kisah Injil Luk 1:57-66; 88 yang juga mengisahkan bagaimana ketaatan sebuah keluarga yang melayani Tuhan. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X