Hukum Hubungan Suami Istri Saat Haid menurut Islam

- Rabu, 25 Mei 2022 | 16:22 WIB
Ilustrasi | Hubungan suami istri tentu saja dibolehkan bagi pasangan yang sudah halal secara hukum menurut Islam. Namun, ada batasan yang harus ditaati menurut para ulama saat wanita sedang haid. (Pixabay/pixel2013)
Ilustrasi | Hubungan suami istri tentu saja dibolehkan bagi pasangan yang sudah halal secara hukum menurut Islam. Namun, ada batasan yang harus ditaati menurut para ulama saat wanita sedang haid. (Pixabay/pixel2013)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Hubungan suami istri tentu saja dibolehkan bagi pasangan yang sudah halal secara hukum menurut Islam. Namun, ada batasan yang harus ditaati menurut para ulama saat wanita sedang haid.

Anggota komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Aminudin Yaqub, mengatakan para ulama memiliki sejumlah pandangan mengenai hukum berhubungan seksual saat istri sedang haid.

Kiai Aminudin Yaqub menuturkan, pendapat para ulama mengenai hubungan seksual saat istri sedang haid, ada persamaan maupun perbedaan. Namun, para ulama sepakat bahwa hubungan seksual saat istri sedangan haid, dengan cara bertemunya dua alat vital suami istri hukumnya haram.

Kiai Aminudin juga membeberkan sejumlah pandangan para ulama mengenai hal ini. Menurut pendapat Ibnu Abbas RA, saat istri sedang haid diharamkan berbagai bentuk hubungan seksual dengan istri. Baik bertemunya kedua alat vital suami istri, atau pun hanya bersentuhan saja sudah haram.

Pandangan lain seperti kalangan Mazhab Maliki dan Hanafi mengatakan, hubungan suami istri diperbolehkan selama yang tidak boleh disentuh yaitu antara pusar dan lutut istri.

Sementara jika hanya untuk bersenang-senang dengan istri selama pada bagian itu tidak disentuh, maka hukumnya diperbolehkan.

Baca Juga: Ini Doa Buruk dan Terlarang untuk Dipanjatkan Orang Islam

Hal itu juga didasarkan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW dari Maimunah, Rasulullah SAW pada saat istri-istrinya sedang haid tetap menggaulinya, tetapi hanya pada bagian ‘di atas sarung’ atau di atas pusar.

Selanjutnya, menurut Imam Syafii mengungkapkan, bahwa boleh berhubungan suami istri selama tidak ada pertemuan kedua alat vital.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Sumber: mui digital

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X